0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masih Ada Jaksa “Bermain” Kasus

istimewa
Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung, Widyo Pramono (dua dari kanan) saat berkunjung ke MTA Solo (istimewa)

Solo – Kejaksaan Agung Republik Indonesia tengah berupaya melakukan “bersih-bersih” secara internal. Ini dilakukan, sebelum mereka membuat gebrakan dengan menyeret sejumlah persoalan hukum yang menjerat para pejabat di negeri ini.

“Memang saya akui, di tubuh kejaksaan masih ada oknum yang ’bermain’ dengan kasus hukum. Untuk itu kami berusaha untuk memperbaiki diri secara internal terlebih dahulu,” terang Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung, Widyo Pramono disela pengajian yang dilaksanakan di Gedung Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA) Solo, Minggu (18/9).

Sebagai Jamwas, kata Widyo, tugasnya tak luput dari sorotan lantaran ia harus mengawasi sekitar 10.000 jaksa baik di Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Negeri. Untuk itu ia memilih secara pribadi melakukan instropeksi terhadap kinerja yang selama ini dilakukan. Setelah itu ia akan melakukan pendidikan moral terhadap jajarannya agar dapat mengemban amanat sebagai penegak hukum yang bertanggungjawab.

“Berkarir di kejaksaan itu banyak godaannya, mulai dari perempuan, uang hingga jabatan. Saya pribadi mulai mendisiplinkan diri, kalau kita tidak disiplin bagaimana bisa menyuruh orang lain untuk disiplin?,” terang pria kelahiran Nganjuk Jawa Timur itu.

Ia berjanji, akan memberi hukuman tegas jika aparat kejaksaan melakukan pelanggaran kode etik dan hukum Negara. Disisi lain, dirinya juga terus berlaku professional dan proposional dengan memberikan reward and punishment terhadap anggotanya.

“Pelanggaran akan mendapat peringatan hingga sanksi pemecatan. Tetapi kalau mereka berprestasi juga tidak boleh hanya dibiarkan, kita akan beri promosi atau kenaikan pangkat atau ditempatkan di posisi yang lebih baik,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge