0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

58 Napi Dipindahkan Lantaran Bawa Narkoba dan HP

Kepala Lapas Kelas IIA Sragen, Rudy Djoko Sumitro (foto: Agung)

Sragen – Sejak Mei 2016 lalu, setidaknya telah ada 58 orang warga binaan atau biasa disebut narapidana yang dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen ke beberapa Lapas lain di Jawa Tengah. Pemindahan itu lantaran napi kedapatan membawa handphone (HP), narkoba dan berusaha menyuap petugas Lapas.

“Mereka terpaksa kami pindahkan ke Lapas lain karena berusaha mempengaruhi pegawai. Daripada banyak pegawai kami yang dipecat, maka kita putuskan mata rantai itu, dengan harapan akan lebih baik,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Sragen, Rudy Djoko Sumitro belum lama ini.

Saat ditemui di sela-sela acara pelatihan bercocok tanam di Lapas Sragen, Rudy menjelaskan, sejak dirinya menjabat sebagai Kalapas Sragen tanggal 25 Mei lalu hingga kini, total telah ada dari 58 napi yang dipindahkan. Sebanyak 16 orang dipindah ke Lapas Ambarawa, Magelang 1 orang, Nusakambangan 20 dan Purwokerto 21 orang.

Rudy mengungkapkan, sebagian besar yang dipindah itu karena ada yang menerima lemparan narkoba dan HP dari luar. Pihaknya menerapkan semacam aturan, kalau dalam satu kamar ada lima orang, satu orang saja membawa HP atau narkoba, maka kelimanya bakal dipindahkan. Tapi kalau ada penghuni satu kamar yang melaporkan, maka yang dipindah hanya yang membawa Hape tersebut.

Tentu saja identitas pelapor kita rahasiakan. Kalau sampai ketahuan dia bakal dipukuli teman-temannya di dalam sel,” ujarnya.

Seiring dengan perpindahan narapidana itu, kata Rudy, jumlah penghuni Lapas Sragen tinggal sekitar 279 dari sebelumnya 350 napi. Sebanyak 50 napi diantaranya merupakan narapidana narkoba, yang menghuni Blok D dan E.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge