0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rel Tertimbun Tanah Longsor, Perjalanan KA Terlambat 6 Jam

Dok. Timlo.net/Andi Penowo
Ilustrasi Kereta api (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Timlo.net — Longsor yang terjadi di perlintasan kereta api (KA) jalur selatan, tepatnya di daerah Kadipaten Tasikmalaya Jawa Barat, menyebabkan sejumlah keterlambatan. Untuk jadwal kedatangan KA yang tiba di Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah, keterlambatan terjadi hingga 6,5 jam lebih.

Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko mengemukakan setidaknya ada dua kereta dengan tujuan ke stasiun wilayah Daop 5 Purwokerto terlambat.

“Ada dua rangkaian KA yang terpantau telat, yakni KA Kutojaya Selatan yang tiba pukul 09.06 WIB atau telat sekitar 409 menit dan KA Serayu yang terpantau telat 224 menit karena tiba di Stasiun Purwokerto pukul 08.52 WIB,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (17/9).

Keterlambatan tersebut, jelas Ixfan, dipastikan tidak akan menghambat untuk rangkaian kereta yang akan berangkat dari Stasiun Purwokerto pada siang dan sore nanti. Dia mengemukakan, jalur kereta tersebut tertimbun longsor di kilometer 238 di wilayah Kadipaten Tasikmalaya pada Sabtu (17/9) dinihari.

“Tadi pagi berdasar info dari Daop 2 Bandung, jalur sudah mulai bisa dilalui sejak pukul 04.45 WIB dengan kecepatan maksimal 5 kilometer per jam. Sehingga, keterlambatan kedatangan tadi terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ixfan mengemukakan untuk menghadapi cuaca ekstrim yang terjadi hingga beberapa minggu ke depan, pihaknya sudah menyiapkan dan mengantisipasi kemungkinan bencana di perlintasan kereta jalur selatan.

“Saat ini, kami sudah menyiapkan beberapa material untuk mengantisipasi kemungkinan bencana di sejumlah titik rawan longsor di wilayah Daop 5 Purwokerto,” ujarnya.

Ixfan mengemukakan, belajar dari kejadian sebelumnya di wilayah Ijo Rowokele Kebumen, pihaknya juga mulai mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa pada awal tahun ini.

“Sebelumnya kan pernah ada kejadian banjir dan longsor di dekat Terowongan Ijo. Kami saat ini sudah mengantisipasi dengan membuat parit untuk mengalirkan air ke luar,” jelasnya.

Dia mengatakan, juga dilaporkan ada beberapa perlintasan yang tergenang air di wilayah Daop 5 Purwokerto. Meski begitu, hingga kini perlintasan masih aman dilalui kereta. “Yang jelas, kami selalu waspada kemungkinan saat cuaca ekstrim yang terjadi saat ini,” ujarnya.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge