0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bertahan Hidup Empat Hari, Bayi Kembar Siam Meninggal

Ilustrasi bayi meninggal dunia (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Nurwandi dan Nurwanda, bayi kembar siam di Makkasar, Sulsel meninggal dunia. Keduanya meninggal setelah bertahan hidup selama empat hari.

Bayi anak kedua dari pasangan Heriasmin (37) dan Fitriani (33), ini bakal dimakamkan di kampung halaman ibunya di Kabupaten Bulukumba tepatnya di Desa Topanda, Kecamatan Rilau Ale. Untuk capai lokasi merelka menggunakan ambulance gratis dari Pemkot Makassar melalui bantuan seorang anggota dewan.

Heriasmin, bapak bayi ini sebelumnya masih berharap anaknya bisa selamat. Kalau peralatan medis tidak mencukupi di Makassar, harapannya mendapat bantuan dari dermawan agar anaknya itu bisa dikirim ke Jakarta untuk menjalani operasi sekiranya peralatan di sana lebih lengkap.

Bayi malang ini sehari-harinya bekerja sebagai tukang batu, nyambi sebagai penjaga lahan kosong milik temannya di Ka;am Perintis Kemerdekaan VII, Makassar karena sementara dalam sengketa. Di atas lahan itu, ada rumah kecil yang dipinjamkan pemilik lahan ke keluarga Heriasmin.

Kata Heriasmin, saat usia kandungan lima bulan sempat dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Tamalanrea Jaya. Hasil deteksi jantung, kondisi bayi sehat.

“Tapi saya lihat perut ibunya ini mengeras dua sisi. Saya sudah menduga kalau bayi ini kembar,” kata Heriasmin.

Tidak dilakukan USG di Puskesma itu karena peralatan tidak lengkap. Setelah masuk bulan ke delapan atau seminggu lalu, tiba peralatan USG dari Jakarta ke Puskesmas itu. “Istri saya yang pertama diperiksa dengan alat itu dan langsung ditahu kebenarannya kalau anak saya benar kembar. Setelah itu dirujuk ke RS Ibnu Sina, lalu dirujuk lagi ke RSUD Daya dan akhirnya ke RS Wahidin Sudirohusodo. Tim dokter langsung melakukan operasi caesar. Akhirnya ditahu kalau anak saya kepalanya dua,” kata Heriasmin.

Saat lahir sehat. Dua kepala bayi itu menangis. Namun sejak hari Kamis hingga Sabtu pagi tadi, kondisi memburuk, detak jantungnya terus melemah. Akhirnya bayi bernama Nurwanda dan Nurwindi meninggal dunia.

“Iya bayinya telah meninggal dunia pukul 10.4 Wita tadi. Kita sudah serahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” kata drg Nurhayati, Duty Manager RS Wahidin Sudirohusodo. [ang]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge