0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kurir Online Mulai Menjamur di Solo

dok.timlo.net/setyo pujis
Kurir Bang Jali saat mengantarkan pesanan (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Perkembangan modernitas, yang ditandai dengan munculnya berbagai teknologi canggih seperti smartphone, laptop dan juga perangkat gadget lainnya turut mempengaruhi perkembangan perilaku bisnis masyarakat. Salah satunya adalah jasa delivery order. Dengan menggunakan perangkat berbasis online, tidak sedikit para pelaku usaha dalam bidang tersebut mulai memanfaatkannya dengan tujuan mempermudah para pelanggan.

Owner Bang Jali, Bias Aqida mengatakan, sejak mendirikan jasa delivery order pada April lalu, animo masyarakat yang ingin memanfaatkan jasanya cukup tinggi. Bahkan dalam sehari, rata-rata bisa melayani sekitar 50 orang untuk mengantarkan barang.

“Dari sekian banyak yang menggunakan jasa kita, hampir 80 persen didominasi pesanan antar makanan. Sisanya tiket nonton bioskop, tiket kereta api dan kebutuhan sehari-hari,” jelasnya kepada Timlo.net, kemarin.

Dalam mengoperasionalkan usahanya tersebut, ia mengaku hanya memanfaatkan layanan online khususnya social media. Seperti Instagram, Line, Facebook dan lainnya. Alasan tidak menggunakan aplikasi sendiri, karena dengan menggunakan media sosmed tersebut bisa terjadi alur informasi dua arah.

“Saya memang tidak tertarik menggunakan aplikasi sendiri, karena dengan aplikasi tidak bisa berkomunikasi dua arah. Oleh karena itu, saya hanya menggunakan layanan Sosmed agar apa yang dibutuhkan pelanggan bisa lebih detail, sehingga kita tahu keinginan mereka,” terangnya.

Sementara untuk biaya pengiriman barang, dirinya membanderol tarif mulai dari Rp 10 ribu untuk jarak 2,5 kilometer. Karena masih baru merintis, layanan antar yang baru bisa dilayani juga hanya sebatas dalam kota Solo. Namun tidak menutup kemungkinan jika sudah mulai berkembang, akan diperlebar jangkauan dan juga promosi usahanya.

“Kita akui memang untuk promosi belum terlalu masif. Alasanya jumlah SDM kita yang masih terbatas, dimana untuk drivernya baru sekitar delapan orang,” ungkapnya.

Hingga saat ini, dia menggandeng sekitar 25 tempat makan dan restoran di Kota Bengawan. Dari jumlah tersebut 70 persen di antaranya merupakan tempat makan kelas menengah kebawah. Hal itu untuk membantu mengangkat penjualan usaha mereka.

Sementara itu, kondisi yang sama juga dilakukan pelaku bisnis lainnya. Jasa pengiriman barang, JNE menangkap peluang bisnis ini untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan membuat situs Pesona atau singkatan dari pesanan oleh-oleh nusantara, masyarakat bisa membeli makanan dengan menggunakan perangkat berbasis online.

“Jadi bagi mereka yang berada diluar kota masih bisa merasakan masakan daerahnya, hanya tinggal masuk dan mengklik menu yang ada disitus kami, lalu akan kita antar sesuai dengan pesanannya,” terang Marketing Communication Division JNE Express, Mayland Hendar Prasetyo belum lama ini.

Karena layanan online yang dikembangkannya itu masih relatif baru, diakuinya jenis makanan yang ditawarkan masih cukup terbatas, atau sekitar 3-4 ribu varian. Namun demikian, ditargetkan hingga akhir tahun nanti bisa bertambah atau sedikitnya mencapai 10 ribu varian makanan dari berbagai daerah. Dengan adanya inovasi layanan yang dilakukan, ia berharap dapat membantu memberdayakan sektor UMKM di Indonesia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge