0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Saksi Ahli Permasalahkan Flashdisk yang Sudah Diekstraksi

merdeka.com
(merdeka.com)

Timlo.net – Ahli digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar bersaksi di sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, Kamis (15/9). Menurut Rismon, bukti rekaman CCTV Kafe Olivier tidak dapat dijadikan bahan analisis. Sebab salah satu barang bukti yang telah dianalisis ahli jaksa penuntut umum (JPU) Muhammad Nuh Al Azhar tidak dapat dipastikan keutuhannya.

Ahli yang dihadirkan kubu terdakwa Jessica ini menilai, hash data CCTV dalam flashdisk yang telah diekstraksi dari DVR dan data CCTV dalam DVR itu sendiri tidak dicantumkan. Menurut dia, Nuh hanya menganalisis rekaman CCTV dari flashdisk yang menyalin rekaman CCTV itu.

“Perbandingan nilai hash tidak dilakukan. Dalam flashdisk bagaimana kita bisa mengetahui (isinya) sama dengan DVR-nya. Dia (flashdisk) tidak bisa dijamin sama atau tidak dengan DVR,” kata Rismon di persidangan.

Hash adalah identitas yang merepresentasikan suatu data, khususnya data yang besar. Hash digunakan untuk memverifikasi keutuhan data.

“Apabila ditemukan ketidaksesuaian nilai hash, maka tidak dapat dipastikan legalitasnya,” ujar Rismon.

Sementara, nilai hash data CCTV pada flashdisk dan DVR tidak dicantumkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Nuh. Untuk itu, Rismon menyimpulkan barang bukti CCTV tersebut tidak dapat dianalisis.

“Karena perbandingan nilai hash tidak dilakukan, tidak bisa dijadikan materi untuk dianalisis,” jelas Rismon.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge