0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengeprasan Tebing Jurang Grawah Bahayakan Pengguna Jalan

dok.timlo.net/nanin
Pengeprasan tebing Jurang Grawah Cepogo, Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali —  Pengguna jalan Cepogo-Selo mengeluhkan pengeprasan tebing setinggi 7 meter di Jurang Grawah, Cepogo. Pasalnya, Boyolali. Selain membahayakan, longsoran tanah juga menutup jalur sehingga mengakibatkan antrian panjang kendaraan.

“Nunggunya lama. Bisa setengah jam lebih, jalur baru bersih dari longsoran,” kata Slamer, sopir colt pick up, warga Selo, Kamis (15/9).

Slamet juga menyayangkan pengeprasan tebing dilakukan saat jam-jam ramai di jalur Cepogo-Selo. Otomatis aktivitas ini sangat menghambat laju para pengguna jalan. Diakui Slamet, sebetulnya ada jalur alternatif melalui Dukuh Kadipiro. Hanya saja untuk mobil tidak berani melintas karena tanjakan sangat curam.

“Kalau dari arah Cepogo, mobil tidak berani, hanya sepeda motor yang bisa,” tambahnya.

Dari pantauan di lokasi, pengeprasan tebing menggunakan alat berat back hoe. Longsoran tanah dibiarkan menumpuk di jalan. Setelah pengeprasan selesai, longsoran baru dibersihkan.

“Harusnya koordinasi dengan instansi terkait, jangan sampai menganggu pengguna jalan seperti ini,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Boyolali Iptu Widodo, yang melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Sementara itu, pemilik tanah, Tumar, mengakui pengeprasan tebing atas inisiatifnya. Tumar berkilah, kalau pengeprasan dilakukan pada siang hari, sehingga tidak menganggu arus lalu lintas.

“Hanya beberapa kendaraan pribadi yang melintas,kita lakukan di jam sepi,” kilahnya.

Aktivitas pengeprasan tebing Jurang Grawah yang menurut rencana akan digunakan untuk membangun Ruko ini, sudah beberapa kali diperingkatkan Satpol PP Boyolali. Selain tidak berijin, aktivitas ini sangat membahayakan pengguna jalan. Disamping itu juga dinilai rawan longsor.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge