0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemerintah Impor Daging Kerbau India, Ini Kata Gubernur Ganjar

dok.timlo.net/aditya wijaya
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan kuliah umum di Unwidha Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyambut baik skema impor sapi yang diusulkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Pasalnya, Jateng masih kekurangan daging sapi.

“Kalau ketersediaan sapi indukan dinilai masih kurang dengan skema 1 : 5 (setiap mendatangkan lima ekor sapi bakalan, importir harus menyediakan satu ekor sapi indukan), ya porsi tinggal ditambah saja,” kata Gubernur Ganjar Pranowo, usai memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa baru Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten, Kamis (15/9).

Menurut Ganjar, usulan Menteri Darmin Nasution, yakni kewajiban pengusaha menyediakan sapi indukan tiap kali mengimpor sapi bakalan tersebut bertujuan menekan harga yang masih tinggi dan menyiapkan kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran tahun 2017.

Selain itu, Ganjar juga meminta agar pembibitan (breeding) sapi segera dibuat. Jika pihak swasta belum tertarik mengembangkan usaha pembibitan sapi, Ganjar mengusulkan agar BUMN turun tangan.

“Kalau swasta belum mampu, BUMN musti turun menjadi breeder-breeder (pembibit),” kata Ganjar.

Disinggung soal impor daging kerbau dari India untuk menekan harga sapi, Ganjar mengatakan, mayoritas penduduk Jateng tidak punya tradisi makan daging kerbau.

“Di Jawa Tengah, daging kerbau mungkin laku di tempat-tempat tertentu seperti Kudus. Kalau tempat lain sebenarnya tidak terlalu tertarik soal itu,” kata Ganjar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge