0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hendak Diselundupkan ke Malaysia, 26 WN Banglades Diamankan

26 WN Banglades gagal diselundupkan ke Malaysia (merdeka.com)

Timlo.net — Polisi lalu lintas Polres Dumai menggagalkan penyelundupan 26 warga negara (WN) Banglades pada Rabu (14/9). Mereka berencana akan ke Malaysia secara ilegal dari Pelabuhan Pelintung, Kota Madya Dumai, Riau.

“Penangkapan berawal ketika petugas Satuan Lalu Lintas melakukan pemeriksaan kendaraan di Jalan Soekarno Hatta, di depan Polsek Dumai Timur,” ujar Kapolres Dumai, AKBP Donal Happy Ginting.

Penggagalan pertama dilakukan polisi pada pukul 15.30 WIB, petugas menghentikan mobil pikap L300 yang dikemudikan Amir Mahmud, warga Dusun IV Sukamaju, Desa Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Saat diperiksa polisi, di mobil itu ada 17 orang warga negara Banglades kemudian diamankan.

“Lalu penggagalan kedua, tak lama berselang melintas mobil APV yang dikemudikan Abu Sayed yang juga WNA Banglades namun domisili di Jalan Gurun Laweh, Desa Gurun Laweh Nan XX, Kec Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat. Dia membawa penumpang 9 orang warga Banglades,” ucap Donal.

Selanjutnya, petugas membawa kedua sopir dan 26 warga Banglades Polres Dumai untuk pemeriksaan. Hasil pemeriksaan sementara diketuai Warga Negara Asing (WNA) itu masuk ke Indonesia melalui Bandar Udara Soekarno Hatta, Jakarta.

“Mereka masuk secara bertahap dengan tiga kelompok. Pada tanggal 1 September 2016 masuk tiga orang, 7 September sebanyak 2 orang dan 20 orang lainnya masuk pada 31 Agustus 2016. Satu orang tidak memiliki paspor,” ujarnya.

Menurut Ginting, Abu Sayed masuk ke Indonesia tahun 2009 silam melalui Bandara Minang Kabau, Sumatera Barat. Dia telah memiliki Kartu Ijin Tinggal Tetap dari Departeman Kehakiman, Direktorat Jenderal Keimigrasian sampai tahun 2020.

“Yang bersangkutan (Abu Sayed) telah menikah dengan warga Sumatera Barat bernama Ismayani. Mereka telah memiliki dua orang anak,” tutur Donal.

Dikatakan Ginting, 26 warga Banglades itu tiba di Duri dari Jakarta menggunakan Bus ALS pada pukul 12.00 WIB. Mereka dijemput oleh Abu Sayed dan Amir Mahmud di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Duri.

“Terlapor (Sayed dan Amir) menjemput para WNA atas suruhan Ali yang saat ini masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) untuk dibawa ke Dumai dengan bayaran Rp 700 ribu permobil. Menurut terlapor, WNA itu berencana ke Malaysia secara ilegal melalui daerah Pelintung, Kecamatan. Medang Kampai,” ucap Donal.

[ang]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge