0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dukungan Gerindra kepada Sandiaga Bakal Dicabut? Ini Jawabannya

Sandiaga Uno (merdeka.com)

Timlo.net — DPW PKB DKI Jakarta mengancam akan menarik dukungan terhadap kader Gerindra Sandiaga Uno di Pilgub DKI 2017 mendatang. Peringatan ini disampaikan menyusul dukungan dan usulan PKS agar kadernya Mardani Ali Sera menjadi wakil Sandiaga.

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa mengaku tidak khawatir dengan penarikan dukungan PKB untuk Sandiaga. Dia mengatakan Sandiaga pun belum menjadi bakal calon definitif dari Partai Gerindra.

Partai Gerindra, tengah mengamati partai-partai yang menginginkan Sandiaga menjadi gubernur DKI. Desmond menyebut jika dukungan terhadap Sandiaga minim, bukan tidak mungkin pengusungan tersebut dibatalkan.

“Enggak enggak. Saya sederhana saja, kalau Gerindra sendiri kan enggak cukup, kalau tidak ada lagi partai yang mendukung Sandiaga Uno, kenapa kita tidak mencabut juga. Enggak khawatir, kan Sandiaga bukan satu-satunya yang bisa diharapkan masyarakat. Ini bicara tentang kemaslahatan masyarakat Jakarta,” kata Desmond, Rabu (14/9).

Menurut Desmond, Gerindra tidak akan memaksakan kehendak untuk mengusung Sandiaga. Pihaknya menyiapkan sejumlah opsi. Pertama, mengusung calon bersama PKS. Atau, mendukung calon yang diajukan parpol lain karena Gerindra tidak bisa mengusung calon sendiri.

“Realita Sandiaga tidak didukung partai lain yang tidak bisa mengusung akhirnya kami tidak bisa mengusung lebih baik kami juga mencabut dan bergabung dengan yang lain kan,” jelas Desmond.

“Kenapa kita tidak melakukan hal-hal yang bodoh? Daripada membiarkan kosong saja, masa kami harus membiarkan kosong-kosong saja, kan sama saja di situ terus,” ungkapnya.

PKB juga dikabarkan akan membentuk poros baru jika menarik diri dari Gerindra. Komposisi poros alternatif itu kemungkinan akan diisi oleh PKB, PAN, PPP, dan Demokrat.

Pimpinan Komisi III ini berpendapat proses komunikasi dan konsolidasi keempat partai itu hanya tinggal delapan hari lagi sebelum KPU membuka pendaftaran pada 21 September mendatang.

“Ya waktunya sangat pendeklah, poros-poros baru ini kan masalah politik sebelum tgl 21, 22 September ini kan sekarang kan tanggal 14. Nah masih ada delapan hari lagi. kepastiannya masih ada sebelum tanggal penutupan kan, minimal ada lima hari lagi main-mainan kayak gini kan,” tuturnya.

[eko]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge