0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Cara Lapas Sragen Benahi Disiplin Pegawai

Pegawai Lapas Kelas IIA Sragen menunjukkan gelang yang dipakainya (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen semakin memperketat aturan bagi pegawainya. Untuk mengantisipasi adanya pelanggaran, pegawai Lapas diwajibkan memakai gelang warna-warni sebagai tanda ada tidaknya pelanggaran disiplin.

“Supaya pegawai-pegawai itu baik saya berikan dia gelang. Semua pegawai  kalau dia mengikuti aturan, gelangnya akan berwarna biru,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Sragen, Rudy Djoko Sumitro, Rabu (14/9).

Di sela-sela acara rapat koordinasi (Rakor) dengan Lembaga Penegak Hukum di Kabupaten Sragen, Rudy Djoko mengungkapkan, pemakaian gelang tersebut bertujuan untuk memperbaiki kinerja pegawai dan meminimalisir adanya pelanggaran disiplin di lingkungan Lapas Kelas IIA Sragen.

Dia menjelaskan, kalau sekali saja ada pegawai yang tidak mengikuti apel pagi atau tidak membuat laporan harian akan mendapatkan gelang warna kuning. Sedangkan jika pelanggaran tersebut dilakukan hingga tiga kali berturut-turut pegawai yang bersangkutan akan mendapat gelang warna merah.

“Kalau dia (pegawai Lapas Sragen) semakin nakal sampai tiga kali, gelangnya akan berubah jadi merah. Ini mengandng maksud, supaya dia akan malu. Kalau temannya pakai biru, tapi dia pakai kuning atau merah, maka akan malu sama teman-temannya,” jelas Rudy Djoko.

Menurutnya, cara ini dinilai sangat mujarab dan berhasil memperbaiki kinerja pegawai Lapas. Dia mengklaim cara yang dilakukan tersebut baru pertama kali di Indonesia. Untuk itu Rudy berharap inovasi yang dipakai itu bakal ditiru oleh Lapas lain yang ada di Indonesia.

“Kita mengambil dari efek moralnya, jadi nggak perlu kita marahi atau proses lebih lanjut. Tapi dengan memakai gelang kuning atau merah, mereka bisa berubah,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge