0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BI: Program Elektronifikasi Lebih Efektif dan Tepat Sasaran

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Bandoe Widiarto (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Adanya program transformasi pembayaran, dari manual menjadi elektronifikasi diharapkan dapat menekan peredaran uang tunai. Hal itu mengingat, selama ini penggunaan uang tunai yang dilakukan masyarakat masih cukup tinggi.

“Kita sangat menyambut baik program elektronifikasi yang gencar dilakukan pemerintah. Karena hal itu sejalan dengan program kita sebelumnya dalam Gerakan Nasional Non Tunai,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Bandoe Widiarto kepada wartawan, Rabu (14/9).

Selain karena biaya pembuatan uang kartal mahal, menurutnya dengan menggunakan sistem pembayaran elektronifikasi seperti e-warung, e-pasar, e-voucher dan e-retribusi bisa meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat serta mengubah kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi secara tunai.

“Merubah kebiasaan masyarakat itu memang tidak gampang dan perlu bertahap. Awalnya memang ribet, karena mereka diminta untuk membuat rekening dan segala macam. Tapi setelah itu akan jauh lebih mudah dan praktis daripada dilakukan secara manual,” jelasnya.

Selain itu, adanya berbagai program elektronifikasi seperti e-warung dan e-voucher juga lebih menjamin program yang digulirkan lebih tepat sasaran. Karena dalam kartu tersebut, masyarakat bisa menggunakan uangnya berbelanja kebutuhan termasuk menabung.

“Bahkan lebih transparan, karena masyarakat bisa ikut mengawasi bantuanya sudah sampai atau belum,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge