0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Takut e-KTP Dibekukan, Disdukcapil Diserbu Ratusan Warga

dok.timlo.net/aditya wijaya
Warga antri mengambil e-KTP yang sudah dicetak di Kantor Disdukcapil Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Sejak beredar informasi batas perekaman hingga 30 September 2016, setiap harinya ratusan warga menyerbu kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Klaten. Mereka khawatir data KTP elektronik (e-KTP) dibekukan.

“Ini saya tinggal mengambil e-KTP saja. Karena sudah datang pada Selasa (6/9) pekan lalu,” kata Samiyem (40) warga Desa Muruh, Kecamatan Gantiwarno, Rabu (14/9).

Menurut perempuan paruh baya ini, dia sudah melakukan perekaman data kependudukan sejak lima tahun lalu. Namun karena ada kabar dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang batas perekaman hingga 30 September 2016 bagi warga yang belum pernah merekamkan data kependudukan sejak 2012, dia panik.

“Sebenarnya saya hanya melaporkan perubahan status dari belum menikah ke menikah. Tapi antriannya banyak banget, bahkan waktu itu saya dapat nomer 185. Setelah itu dijanjikan untuk mengambil e-KTP yang sudah jadi pada hari ini,” ujar Samiyem.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Niken Himawati (17). Ia mengaku telah melakukan rekam data e-KTP pada Juli lalu dan dijadwalkan selesai dicetak pertengahan Agustus.

“Baru bisa ambil sekarang karena kemarin blangko sering habis. Ternyata antrinya banyak, padahal saya datang pukul 09.15 WIB dan sudah kehabisan nomor urut. Kalau bolak-balik kesini juga repot karena masih sekolah dan harus izin. Selama ini sembari menunggu e-KTP-nya jadi ya hanya membawa surat keterangan dari Disdukcapil kalau sudah perekaman,” papar Niken.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge