0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mahasiswi FH UNS Ini Jadi Duta Genre Jateng

Nurdiani Yusnita Sari (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Nurdiani Yusnita Sari merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) belum lama ini terpilih sebagai Juara 1 Duta Generasi Berencana (Genre) BKKBN Provinsi Jawa Tengah tahun 2016. Dea, panggilan akrab Nurdiani, berhasil menyisihkankan wakil dari 34 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Sebelum terpilih menjadi Duta Genre BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Dea tergabung dalam Pusat Informasi Konseling Mahasiswa (PIKM) yang berkantor di Gedung LPPM UNS,” ungkap Dea kepada wartawan di Kantor Humas UNS, Solo, Rabu (14/9).

Dea mengaku, sejak semester tiga sudah tergabung dalam PIKM. Sejak itulah mulai aktif menjadi Genre. Ketika ada pemilihan Duta Genre tingkat universitas, dirinya berhasil meraih juara 1 dan mendapatkan tiket untuk maju ke tingkat Kota Surakarta. Di ajang pemilihan Duta Genre tingkat Kota Surakarta yang di selenggarakan oleh Bapermas PP PA Kota Solo berhasil mendapat juara 1, sehingga mendapat tiket mewakili Solo ke ajang Pemilihan Duta Genre BKKBN tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Dea, sebagai remaja harus memiliki rencana sejak awal. Remaja harus terhindar dari risiko TRIADKRR (3 Kesehatan Reproduksi Remaja). TRIADKRR meliputi, tidak menikah muda, tidak melakukan seks bebas dan tidak menggunakan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya (NAPZA).

Selain itu, seorang remaja harus memiliki rencana memiliki keluarga kecil bahagia dan sejahtera, seperti perempuan menikah diatas usia 21 tahun dan untuk laki-laki harus diatas 25 tahun. Hal ini supaya organ reproduksi dan psikologisnya siap. “Menjadi remaja ini harus berprestasi dan bermanfaat untuk lingkungannya,” ujarnya.

Saat ini, Dea masih tetap aktif di PIKM UNS. Dea pun mengaku, sering menjadi konsultan bagi mahasiswa yang ingin berkonsultasi seputar permasalahan remaja. Banyak mahasiswa yang datang ke PIKM untuk melakukan konsultasi. “Ya macam-macam jenis permasalahannya. Ada yang karena ditinggal pacar dan lain sebagainya,” ujar Dea.

Melihat banyaknya permasalahan yang dihadapi mahasiswa, Dea mengimbau kepada para orangtua untuk memahami keinginan anak. Selain itu juga membekali anak dengan pendidikan agama, orangtua bisa jadi teman anak, mendengarkan curhatan anak.

“Kemudian pilih lingkungan yang baik dan tentunya isi kegiatan dengan hal-hal yang positif,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge