0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SSA Slamet Riyadi, Pelanggar Langsung Di-Tilang?

dok.timlo.net/ichsan rosyid
Peresmian SSA Jl Slamet Riyadi dari Purwosari - Gendengan (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Satlantas Polresta Solo akan menindak tegas pelanggar arus lalu lintas setelah 30 hari ke depan sejak pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) Jalan Slamet Riyadi. Ini dilakukan, setelah masyarakat paham dan mengerti perubahan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

“Kami akan menerapkan Tilang setelah 30 hari ke depan sejak pemberlakuan SSA kemarin (Selasa 13/9),” terang Kasatlantas Polresta Solo Kompol Prayudha Widiatmoko, Rabu (14/9).

Terkait pijakan hukum yang dilakukan, Kompol Prayudha mengaku, pihaknya tetap berpijak pada UU No.22/2009 tentang lalulintas guna menindak para pengendara yang melakukan pelanggaran arus lalu lintas. Sehingga, tidak diperlukan lagi pijakan hukum baru untuk menindak para pelanggar lalu lintas.

“Kalau dari kami lebih cenderung ke Gakum (Penegakan Hukum). Sehingga, pedoman kami tetap pada UU No.22/2009 yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Selama masa evaluasi ini, lanjutnya, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi baik di lajur penerapan SSA maupun dijalan yang nantinya dijadiakan lajur alternatif para pengendara. Masyarakat bisa datang secara langsung ke Satlantas Polresta Solo maupun ke kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Solo untuk menyalurkan aspirasi mereka.

“Mungkin nanti ada yang minta penambahan rambu seperti rambu batas kecepatan dan lainnya. Sejauh ini menurut kami yang perlu ditambah adalah termaksuk penambahan zebra cross di daerah Saripetojo (depan Swiss Berlin Hotel), termasuk papan-papan penunjuk jalan di Jalan Dr Rajiman,”  jelasnya.

Pihaknya berharap masyarakat dapat memahami kebijakan yang diterapkan seiring makin padatnya jumlah kendaraan di jalanan Kota Solo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge