0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pencak Silat Jateng Percaya Diri Hadapi PON 2016

dok.timlo.net/gg
(Ilustrasi) pencak silat (dok.timlo.net/gg)

Solo — Kontingen pencak silat Jawa Tengah (Jateng) percaya diri menghadapi ajang multi even Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar 2016, bulan ini. Trauma kegagalan pada gelaran tahun 2012 silam telah dilupakan dan optimistis mampu bersaing di Jabar.

Trauma itu adalah tim pencak silat Jateng yang berkekuatan tujuh atlet pada 2012 silam, tak mampu menyabet satu pun medali emas yang menjadi incaran. Faktor non teknis berupa kecurangan menjadi alasan saat itu.

Kini Jateng berhasil meloloskan 16 pesilat untuk turun dalam 14 nomor di PON 2016 dalam kategori tanding dan gerak seni. Jateng menjadi kontingen dengan jumlah atlet pencak silat paling banyak selain Jawa Timur (Jatim) dan tuan rumah Jawa Barat.

Tiga di antara pesilat yang memperkuat Jateng merupakan atlet Pelatnas. Mereka semua di kategori tanding yakni Sapto Purnomo (Kelas D putra/60-65 kg), Rizki Adi Wijaya (Kelas F putra/70-75 kg), dan Sri Rahayu (Kelas A putri/45-50 kg). Sapto dan Rizki sudah banyak asam garam di pentas PON.

Sapto yang berasal dari Solo bahkan cukup berpengalaman di ajang lebih tinggi, dengan meraih perak pada SEA Games 2013 dan 2015. Sementara Sri Rahayu menjadi debutan yang digadang-gadang bakal meraih medali.

“Semua harus melupakan hasil empat tahun silam. Kami tetap waspada kalau terjadi faktor nonteknis, dan harus melakukan antisipasi. Kami yakin penjurian akan lebih fair pada PON tahun ini,” ungkap Pelatih Kepala Tim Pencak Silat Jateng, Indro Catur, Rabu (14/9).

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge