0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anggaran Gedung Parkir Solo Tak Direstui, Ini Alasannya

dok.timlo.net/red
Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto (dok.timlo.net/red)

Solo — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Solo memastikan pengajuan anggaran pembangunan gedung parkir di sejumlah kawasan tidak terealisasi dalam anggaran perubahan APBD Perubahan tahun ini. Praktis, ralisasi pembangunan gedung parkir di sejumlah kawasan seperti Pasar Gede, Sriwedari dan Kota Barat dipastikan sulit terwujud.

“Pembangunan ini (Gedung Parkir) tidak mendesak dan belum didasari dengan kajian yang matang,” tandas anggota Banggar DPRD Kota Solo, Supriyanto, Rabu (14/9).

Menurut Supriyanto, penetapan lokasi kantong parkir harus berdasarkan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kawasan yang hendak diproyeksikan menjadi lahan parkir, bukan merupakan ruang terbuka hijau maupun bangunan cagar budaya.

“Kan harus dilihat apakah sudah memungkinkan jika nanti berupa bangunan permanen. Kalau di TAPD saja sudah tidak disetujui, apalagi yang bersifat aturan RTRW. Di Kota Barat itu kan sebenarnya ruang terbuka hijau,” jelasnya.

Jika ingin membuat proyeksi kantong parkir baru, lanjut Supri, pihaknya meminta dalam hal ini Dishubkominfo Kota Solo untuk berkoordinasi dengan unsur lain. Seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) atau Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

“Dishubkominfo jangan berdiri sendiri. Bappeda misalnya, kan bisa menghitung kepadatan penduduk dengan rasio penyediaan parkir,” tandasnya.

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto membenarkan tidak disetujuinya anggaran pembangunan gedung parkir dalam APBD Perubahan 2016. Meski begitu, bisa saja Dishubkominfo menempuh mekanisme yang lain.

“Di perubahan ini tidak disetujui. Tapi bisa saja kalau pemerintah pusat memberi bantuan, siapa tahu?” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge