0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Di Depan Walikota Se-Asia Pasifik, Rudy Banggakan Budaya Solo

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Peserta Konferensi United Cities and Local Government (UCLG) disebut-sebut terkesan dengan komitmen Pemerintah Kota Solo terhadap budaya tradisional. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Indonesia khususnya Solo dinilai berhasil mempertahankan nilai-nilai budaya peninggalan leluhur.

“Nilai-nilai budaya dan tradisi di sini masih terpelihara. Di negara-negara lain kebanyakan sudah tergerus budaya moderen,” kata Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, Rabu (14/8).

Hal itu diketahui saat Rudy –sapaan akrab Walikota Solo Hadi Rudyatmo, menghadiri Konferensi UCLG Asia Pasifik di Seoul (Korea Selatan), 5 – 8 September lalu. Di sana ia memaparkan bagaimana Kota Solo membentengi budaya termasuk seni tradisional dari gempuran modernitas yang kian deras. Hal itu didasari dengan komitmen yang kuat terhadap budaya yang diwujudkan dalam program-program Pemerintah Kota. Namun tentunya peran serta masyarakat tetap penting sebagai penggerak utama aktifitas kebudayaan.

“Di Solo masih sering ada workshop, pelatihan, dan pendidikan tentang budaya-budaya tradisional. Bahkan seperti gamelan dan menulis aksara jawa sudah kita masukkan dalam kurikulum,” kata Rudy.

Seperi diketahui, Solo sendiri sering menggelar even-even budaya. Meski sebagian besar even menampilkan seni moderen atau kontemporer, bisa dipastikan ada sentuhan tradisional dalam even tersebut. Maraknya even-even di Solo, kata Rudy tak lepas dari komitmen Pemkot untuk menjaga eksistensi budaya lokal.

“Ke depan anggaran untuk kebudayaan akan kita tambah. Sanggar-sanggar yang di Solo itu kan banyak. Mereka perlu perhatian dari Pemkot. Nanti akan kita data mana saja sanggar yang aktif dan siswanya cukup banyak,” kata Rudy.

Rudy mengatakan, kekaguman Pemerintah Korea tidak hanya di Solo saja. Kota-kota lain seperti Bali dan Medan dengan Danau Toba-nya juga menuai pujian. Hanya saja dalam paparannya di Korea, ia tidak menjelaskan tentang daerah lain.

“Saya bicara tentang Solo saja,” kata dia.

UCLG merupakan persatuan kota-kota dan pemerintah daerah di tingkat global. Pertemuan di Seoul membicarakan tema Regions, Life, and Culture in the New Urban Agenda (Wilayah, Kehidupan, dan Budaya dalam Agenda Baru Perkotaan). Hasil pertemuan akan disampaikan sebagai masukan pada pertemuan UN Habitat di Quito, Ekuador 17 – 20 Oktober mendatang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge