0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waduh, Reza Artamevia Dituding Pernah Hubungan Sesama Jenis

merdeka.com
Reza Artamevia (merdeka.com)

Timlo.net — Kasus penyalahgunaan obat terlarang yang dilakukan oleh Aa Gatot Brajamusti berbuntut panjang. Berbagai tudingan demi tudingan baru yang semuanya bernada negatif secara perlahan terkuak.

Sementara itu, Reza Artamevia yang sebelumnya ditangkap bareng Aa Gatot mulai menunjukkan tanda-tanda jika dirinya ‘bersih’ dan tak bersalah. Ramdan Alamsyah, kuasa hukum Reza dan Aa Gatot baru-baru ini bercerita mengenai update terbaru dari mantan istri Adjie Masaid tersebut.

“Update terakhir hari ini Selasa, tim kami juga ada di NTB untuk melakukan pemeriksaan karena kemarin hari Senin libur. Jadi hari ini baru pemeriksaan dan hasil labnya Alhamdulillah memuaskan. Urine-nya negatif, kemudian untuk hal lainnya mengarah ke arah yang positif dari hari-hari sebelumnya. Untuk hari Rabu besok kami sudah membuat janjian untuk pemeriksaan terkait kasus senjata ilegal yang memang kita sudah dipanggil hari Jumat kemarin. Karena Jumat tidak bisa datang jadi diundur hari Rabu besok jam 10 pagi,” ujar Ramdan, Selasa (13/9).

Meski mengaku bukan pengguna obat-obatan terlarang, namun tertangkapnya Reza tentu membuat publik terlanjur berpikiran negatif. Ramdan mencoba membantu membersihkan nama baik Reza dengan memberikan klarifikasi pada awak media.

“Jauh sekali perbedaannya (kondisi Reza), cukup memuaskan. Karena dari hari ke hari kondisi psikologisnya stabil dan fisiknya juga. Yang kami khawatirkan ada sakau, tapi sampai saat ini Alhamdulillah sama sekali tidak ada tanda-tanda atau indikasi ketergantungan obat seperti yang dikira kira orang,” sambungnya.

Beberapa waktu lalu seorang wanita berinisial CT menyebut jika dirinya pernah berhubungan sesama jenis bersama Reza. Ramdan menanggapi tudingan negatif itu dengan cukup tenang. Ia menyebut jika CT seharusnya tak mengumbar-umbar aibnya sendiri di depan publik.

“Untuk permasalahan itu (hubungan sesama jenis), kalau dia (CT) bicara kasus susila, harusnya itu korban tidak berbicara kepada media. Itu secara normatif. Kenapa? Kalau dibicarakan dipublish berarti dia mengumbar sendiri. Kalau dikatakan dia tertekan, berbicara depan media dia berarti tidak tertekan. Itu menurut saya. Kalau berbicara di media membongkar seluruh cerita, ini sama saja merangkai cerita yang belum tentu faktanya ada. Dan saya sudah berbicara dengan teman-teman juga. Kalau nanti dibutuhkan keterangan Reza sebagai saksi, kami akan hadirkan. Tapi kemudian harapan kami jangan diumbar cerita ini seolah-olah harus dikonsumsi publik. Karena ini susila. Saya kasihan karena kami sama sama korban. Kami tidak mengumbar apapun cerita yang berkaitan dengan kesusilaan,” bebernya.

(kpl/far/gtr)

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge