0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Grebeg Besar, Wujud Kepedulian Keraton kepada Masyarakat

Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik
(Ilustrasi) Grebeg Besar di Masjid Agung Solo. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Dalam rangka memperingati Hari Raya Idhul Adha yang jatuh pada tanggal 12 September. Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Besar. Sepasang gunungan yang terbuat dari hasil bumi dan jajan pasar, menjadi simbol acara tahunan tersebut. Sebelum dibagikan pada masyarakat, terlebih dulu Gunungan akan diarak dari Keraton menuju Masjid Agung.

“Rutenya dari Sri Mangati-Marukoto-Kemandungan-Brojonolo-Sitinggil sampai ke Masjid Agung,” terang Wakil Pangageng Sasana Wilapa, Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran Winarno Kusumo kepada media, Selasa (13/9)

Menurut pria yang akrab disapa Kanjeng Win ini, ada tiga makna yang terkandung dalam prosesi Grebeg Agung. Pertama, sebagai ucapan syukur atas berkat karunia Allah SWT melalui hasil bumi. Kedua, kepedulian Keraton Surakarta pada masyarakat dengan memberikan hiburan gratis. Terakhir, untuk membagi rejeki bagi para Abdi Dalem.

Gunungan sampai di Masjid Agung sekitar pukul 10.20 WIB. Setelah didoakan, masyarakat diperbolehkan ngalap berkah dengan memperebutkan isi Gunungan. Ditambahkan, kebanyakan masyarakat percaya bahwa Gunungan yang telah didoakan oleh Keraton Surakarta mempunyai “tuah” tersendiri.

“Saya nunggu dari jam 8 pagi, mau nyari berkah supaya rejeki makin lancar,” kata Juniarto, warga Pajang, Laweyan, Solo kepada Timlo.net.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge