0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Duh, Tikus Jadi Biang Kerok Lampu PJU Mati

dok.timlo.net/red
(Ilustrasi) Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik yang rusak (dok.timlo.net/red)

Solo — Tikus menjadi musuh bebuyutan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Solo. Binatang pengerat yang satu itu ternyata sering menjadi biang kerok matinya lampu penerangan jalan umum (PJU) di Solo.

“Di Jalan Slamet Riyadi setiap bulan pasti ada satu atau dua (PJU) yang mati. Mayoritas karena kabel listriknya dikrikiti tikus,” kata Kepala Seksi Penerangan Jalan Umum DKP Solo, Sutarmo, Selasa (13/9).

Meski tidak seluruhnya disebabkan oleh tikus, binatang yang satu ini sering menjadi penyebab putusnya aliran listrik ke lampu. Sutarmo mengakui tak terlalu sulit untuk mengatasinya. Cukup  menyambung bagian yang putus dimakan tikus, lampu sudah menyala kembali. Namun DKP cukup kerepotan menghadapi binatang yang gesit itu. Tak jarang, didapati tikus bersarang di rumah-rumahan lampu.

“Sebenarnya tinggal menyambung kabel saja. Tidak terlalu susah,” kata dia.

DKP sendiri sampai sekarang belum memiliki solusi ampuh untuk mengatasi masalah tikus secara permanen. Melindungi kabel dengan pipa dinilai tidak praktis karena membutuhkan biaya mahal. Selain itu juga akan menyulitkan petugas saat melakukan perawatan. DKP pun masih mengandalkan cara-cara manual seperti penyambungan kabel.

“Ditangkap satu-satu tikusnya juga tidak mungkin,” kata dia.

Jumlah lampu penerangan di Solo sendiri sekarang kurang terdata secara akurat. Terakhir kali inventarisasi dilakukan DKP pada tahun 2007 bersama PLN. Saat itu, jumlah PJU di Solo tercatat sebanyak 16 ribu unit. Jumlah itu dipastikan telah bertambah cukup banyak setelah sepuluh tahun. Selain disebabkan karena tikus, PJU yang mati juga sering disebabkan oleh balast yang terbakar serta lampu yang sudah uzur.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge