0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Program KMDM, Semangat Cegah Sedimentasi Hulu WGM

dok.timlo.net/twitter Dishutbun Wonogiri
Kepala Dishutbun Wonogiri Gatot Siswoyo saat meninjau KBS (dok.timlo.net/twitter Dishutbun Wonogiri)

Wonogiri — Bersumber dana dari APBD 2016, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Wonogiri menggandeng puluhan sekolah dasar (SD) di Wonogiri membuat kebun bibit sekolah (KBS). Gerakan moral tersebut ditujukan kepada murid sekolah dengan filosofi Kecil Menanam Dewasa Memanen (KMDM).

“Bukan orientasi pada hasil, namun lebih menitikberatkan pada semangat serta kepedulian dan cinta terhadap alam sekitar serta pohon diawali dengan pembelajaran menanam dan merawat tanaman di lingkungan sekitar,” ungkap Kepala Dishutbun Wonogiri, Gatot Siswoyo, Selasa (13/9).

Menurutnya, KMDM merupakan salah satu program Bupati Wonogiri Joko Sutopo, menindaklanjuti Instruksi Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Pemkab Wonogiri diwajibkan melakukan konservasi wilayah bagian hulu Waduk Gajah Mungkur (WGM). Karena, daerah hulu diklaim sebagai penyumbang sedimentasi terbesar bagi WGM sehingga perlu upaya konservasi yang berkesinambungan dan berkelanjutan.

“Dalam program KMDM ini kami menggandeng 20 SD. Kita berikan bantuan sarana prasarana berupa bibit pohon sengon, pupuk, obat-obatan, polybag, bambu, ember dan paranet. Tak hanya itu saja, kita juga menerjunkan penyuluh lapangan kecamatan untuk melakukan pendampingan kegiatan KMDM,” katanya.

Disebutkan, KMDM lebih menitikberatkan pada edukasi terhadap murid sekolah ,agar mereka senang menanam dan merawat bibit tanaman supaya lingkungan dan hutan lebih baik.KMDM sendiri sudah berjalan sejak dua tahun ini,dimana tahun lalu baru delapan SD yang, sedang tahun ini 20 SD yang berada di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Puhpelem, Ngadirojo, Eromoko,Manyaran, Purwantoro, Pracimantoro, Batuwarno dan Selogiri. Masing-masing sekolah menerima bantuan Sarpras senilai Rp 2 juta.

“Mengingat topografi Wonogiri ini bagaimana, semua pihak dapat berpartisipasi dalam menjaga lingkungan yakni dengan menaman pohon. Dengan demikian laju sedimentasi bisa ditanggulangi,” jelasnya.

Kabid Kehutanan Joko Fajar menambahkan, hasil akhir KMDM diharapkan dapat mengubah sikap, perilaku dan ketrampilan siswa-siswi dalam mendukung upaya rehabilitasi lahan dan pelestarian lingkungan serta cinta lingkungan. Sehingga lingkungan dimana mereka tinggal dapat terjaga. Dengan demikian tanaman mereka masa kecil dapat bermanfaat untuk menunjang pendidikan masa depan mereka.

“Yang jelas, program ini juga untuk menangkal isu-isu efek rumah kaca yang menimbulkan pemanasan global,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge