0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SSA Slamet Riyadi Dimulai, Yosca: Ini Bukan Uji Coba Lagi

dok.timlo.net/ichsan rosyid
Peresmian SSA Jl Slamet Riyadi dari Purwosari - Gendengan (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Sistem Satu Arah (SSA) Jalan Slamet Riyadi ruas Purwosari-Gendengan resmi diberlakukan Selasa (13/9) tepat pukul 06.00 WIB. Peresmian ditandai dengan pelepasan selubung rambu satu arah di depan Stasiun Purwosari oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika bersama Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas Surakarta.

“Sekarang kita resmikan, mulai pagi ini Purwosari – Gendengan berlaku satu arah. Jadi bukan uji coba lagi,” kata Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Sudrajat usai membuka selubung rambu.

Masa sosialisasi berlangsung 30 hari sejak diresmikan. Selama sosialisasi  masyarakat yang melanggar belum dikenai sangsi. Setelah masa sosialisasi habis, maka aturan tersebut dengan sendirinya memiliki kekuatan hukum tetap sehingga pelanggar bisa terjerat undang-undang lalu lintas.

“Selama masa sosialisasi kita tempatkan 40 personel di lapangan di sepanjang Purwosari – Gendengan. Ditambah lagi dari Satlantas,” kata Yosca.

Setelah diterapkan SSA, titik crossing (perpotongan arus lalu lintas) di lingkar Purwosari berkurang minimal tiga titik. Menurut Yosca, bila terjadi kecelakaan, bisa dipastikan penyebabnya adalah kelalaian atau pelanggaran oleh pengguna jalan. Selain mengurangi kecelakaan, berkurangnya titik crossing juga akan memperlancar lalu lintas.

“Sepanjang Purwosari Gladag, paling padat di Purwosari sama Gendengan,” kata Yosca.

Berdasarkan data dari Dishubkominfo, lalu lintas harian rata-rata di ruas Purwosari Gendengan mencapai 2500 unit kendaraan per jam pada hari biasa. Di hari libur terutama long weekend, jumlah itu bisa melonjak dua kali lipat. SSA digadang-gadang menjadi solusi kepadatan lalu lintas di jalur-jalur vital di Solo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge