0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SSA Slamet Riyadi Dimulai, Ini Reaksi Anggota Dewan

Ketua Fraksi Demokrat Nurani Rakyat (FDNR) DPRD Solo, Supriyanto (dok.timlo.net/red)

Solo – Penerapan Sistem Satu Arah (SSA) Jalan Slamet Riyadi dari Purwosari hingga perempatan Gendengan diyakini kalangan legislatif tidak akan banyak mengurai kemacetan lalu lintas di Kota Bengawan. Bahkan, akan menimbulkan polemik baru mengingat kebijakan SSA di tiga ruas jalan sebelumnya belum terselesaikan secara maksimal.

“Yang kemarin saja menimbulkan masalah yang belum selesai. Ditambah, penerapan SSA yang baru di kawasan Purwosari hingga perempatan Gendengan,” kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Surakarta Muhammad Al Amin, Selasa (13/9).

Menurut AMin, penerapan SSA Purwosari ke Gendengan bakal memicu kepaddatan disejumlah ruas jalan yang lain, semisal di Jl Samanhudi maupun Jl Sam Ratulangi. Pasalnya, pengguna kendaraan yang biasa melewati Jl Slamet Riyadi akan berpindah kekawasan tersebut.

“Jalur-jalur itu kan merupakan alternatif. Nanti tumpukan kendaraan dari Slamet Riyadi justru akan beralih ke sana,” katanya.

Amin menilai, Pemkot Solo, dalam hal ini Dishubkominfo dianggap kurang memperhatikan keluhan warga terkait persoalan sebelumnya yaitu penerapan SSA di tiga jalur. Hingga saat ini, masih banyak protes yang muncul dari masyarakat khususnya yang bergerak di sektor perdagangan karena mengalami perubahan drastis dari sisi pendapatan.

“Kalau Dishubkominfo mau menerapkan SSA, seharusnya ada diskusi yang melibatkan masyarakat. Jangan sampai masalah SSA kemarin kembali terulang,” tandasnya.

Senada, Ketua Fraksi Demokrat Hati Nurani Rakyat (FDNR) DPRD Kota Solo, Supriyanto dengan tegas menolak penerapan SSA yang diresmikan pada Senin (13/9) pagi tadi.

“Belum ada kajian mendalam dari penerapan sistem ini. Yang tahap pertama saja masih bermasalah kok malah mau dilanjutkan,” kata Supri.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge