0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hari Biasa Hanya 10 Lembar, Idul Adha Sampai Ratusan

timlo.net/angel rose
Salah seorang pegawai Pak Manto Bagong, tengah mengarami kulit kambing (timlo.net/angel rose)

Solo – Saat Hari Raya Idul Adha seperti ini, tempat pengepulan kulit kambing dan sapi Pak Manto Bagong di kawasan Pajang, Laweyan, Solo pendapatannya meningkat tajam. Jika pada hari biasa, hanya menerima 10 hingga 15 lembar, namun pada lebaran haji bisa mencapai ratusan lembar. Sebab banyak banyak pedagang musiman yang datang.

”Hari ini kita memberikan waktu hingga jam 16.00 WIB, karena jumlah tenaga kerja hanya empat orang. Padahal yang datang banyak,” ungkap pemilik pengepulan kulit kambing dan Sapi Pak Manto Bagong, Ria Devita, Senin (12/9).

Generasi ketiga pemilik tempat tersebut menjelaskan, setelah ratusan kulit itu ditimbang, kemudian langsung digarami agar awet. Sementara pedagang kulit yang datangnya terlambat, harus digarami sendiri.

Menurut dia, ada tiga jenis kulit yang diterima, yakni kulit kambing, domba dan sapi. Namun, kulit domba lebih banyak dicari karena tebal dan punya tektur yang bagus.

Soal harga, bervariasi tergantung jenis dan kualitasnya. Kulit domba dihargai mulai dari Rp 45 Ribu sampai Rp 55 Ribu. Kulit kambing Rp 20 Ribu sampai Rp 35 Ribu. Sementara kulit sapi dihargai Rp 12 Ribu per kilo.

“Khusus kulit sapi berat timbangan dipotong dua kilogram, karena nantinya akan menyusut. Misalnya 75 kilogram dikurangi dua kilogram, jadi hanya 73 kilo yang kita bayar,” lanjutnya.

Setelah diawetkan kulit-kulit kemudian disetorkan ke sejumlah pabrik penyamakan kulit di daerah Yogjakarta dan Semarang. Pabrik-pabrik tersebut biasanya mengambil setiap dua pekan sekali. Dirinya hanya mengambil keuntungan sebesar Rp 1.000 per kulit.

“Segitu cukup, sudah termasuk mengaji pegawai juga,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge