0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelanggaran SSA Marak di Kapiten Pattimura dan Radjiman

​Titik-titik yang perlu diwaspadai paska penerapan SSA Slamet Riyadi (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pelanggaran lalu lintas marak terjadi di jalan-jalan yang menerapkan Sistem Satu Arah (SSA) seperti Jalan Kapiten Patimura dan Radjiman. Pelanggaran paling umum terjadi adalah pengendara sepeda atau sepeda motor yang melawan arus. Khusus di Jalan Radjiman, pelanggaran didominasi dengan kendaraan yang nekat memasuki jalur contra-flow.

“Hampir setiap hari saya papasan dengan kendaraan yang melawan arus,” kata salah satu warga Grogol, Ismail, Minggu (10/9).

Pria yang setiap hari melewati jalan Pattimura sepulang kerja itu mengaku kesal dengan para pelanggar. Mereka dirasa sangat mengganggu kelancaran lalu lintas karena lebar Jalan di tepi anak sungai Bengawan Solo itu relatif sempit. Sementara jumlah pengguna jalan cukup banyak.

Pernah suatu ketika ia hampir bersenggolan dengan salah satu pelanggar. Bukannya minta maaf, pelanggar malah memarah-marahinya karena hampir menabrak.

“Saya sampai heran, yang salah sebenarnya siapa,” keluhnya.

Hal senada disampaikan Ajeng, salah satu warga Baki, Sukoharjo. Menurutnya, pelanggaran paling banyak terjadi pada hari Minggu.

“Mungkin mereka mikirnya kalau Minggu jalanan sepi. Jadi aman kalau melanggar. Padahal tetap saja mereka membahayakan orang lain,” kata dia.

Kondisi di Jalan Radjiman cukup berbeda. Pengendara yang nekat melawan arus relatif jarang ditemui di jalan tersebut. Namun hampir setiap kali Timlo.net melewati jalan itu, selalu saja ada motor atau mobil yang memasuki jalur contra-flow. Padahal seharusnya jalur lawan arus itu hanya boleh dilewati angkutan umum saja.

Dikonfirmasi, Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalulintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishukominfo) Kota Solo, Ari Wibowo mengakui sampai sekarang masih banyak pelanggaran di jalan-jalan yang menerapkan SSA. Namun Dishubkominfo tak bisa berbuat banyak lantaran penindakan pelanggaran merupakan wewenang Polisi Satuan  Lalu Lintas.

“Kita kan hanya membuat kebijakan manajemen lalu lintas saja. Penindakan sudah ranah kepolisian,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge