0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Grebeg Besar, Meriam Nyai Setomi dan Songsong Brawijaya Dijamas

Abdi dalem membersihkan kerobong tempat menyimpan meriam Nyai Setomi di Bangsal Sitihinggil Keraton Kasunanan Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Sudah menjadi tradisi, jika memasuki perayaan Bakda Besar atau Idul Adha Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat melakukan jamasan pusaka. Kali ini, dua pusaka yang dijamas yakni Meriam Nyai Setomi dan Songsong Brawijaya yang terletak di Bangsal Sewayana, Sitinggil Lor.

Prosesi yang dimulai sekitar Pukul 10.00 WIB ini, diawali dengan pembakaran kemenyan di atas anglo dan persiapan sejumlah ubo rampe atau kelengkapan ritual. Suasana ini, membuat prosesi jamasan sarat akan nilai budaya dan unsur magis.

“Ini kegiatan rutin, biasa diadakan sebelum Grebeg Besar,” terang Wakil Pengageng Sasana Wilapa, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarnokusumo, Minggu (11/9).

Dalam setahun, pria yang akrab disapa Kanjeng Win ini mengaku prosesi jamasan dilakukan sebanyak tiga kali sesuai jumlah grebeg yang digelar. Tujuan kegiatan ini sendiri sebagai bentuk untuk mensucikan benda warisan leluhur dari bentuk-bentuk korotran yang ada selama ini.

“Kalau prosesi ini kan biasanya cuma simbol. Artinya, kita membersihkan diri sebelum memasuki perayaan hari besar besok,” jelas Kanjeng Win.

Meriam dijamas menggunakan air kembang setaman. Selain itu, para abdi dalem juga membersihkan kerobong atau kotak penutup meriam agar tidak dapat dilihat dari luar. Adapun prosesi jamasan Meriam Nyai Setomi digelar terbuka, sedangkan jamasan payung atau Songsong Brawijaya digelar tertutup.

Konon, Nyai Setomi memiliki pasangan bernama Kyai Sutomo yang sekarang dikenal dengan sebutan Si Jagur dan berada di salah satu museum di Ibukota Jakarta. Saat jaman penjajahan, Meriam peninggalan kerajaan Mataram tersebut digunakan dalam perang melawan Belanda.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge