0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tempat Berdebu, Dagangan PKL Gerobak Kuning Kurang Laku

dok.timlo.net/angel rose
Dua PKL eks city walk bertahan berjualan di area seletan Stadion Sriwedari (dok.timlo.net/angel rose)

Solo — Sejak dipindah ke sisi timur Stadion Sriwedari awal April lalu, Pedagang Kaki Lima (PKL) eks-city walk Jl Slamet Riyadi, mengaku dagangannya sepi pembeli. Pasalnya, tempat yang disediakan dinilai tidak nyaman, berdebu, bau pesing dan kurang teduh.

“Sepi, berpengaruh sekali sama penjualan. (Pendapatan) Turun sampai 65 persen,” kata salah seorang PKL, Marsono, Sabtu (10/9).

Meski begitu, pria 41 tahun ini tetap menggelar dagangannya di sisi selatan Stadion Sriwedari. Saat ini, terhitung tinggal tujuh dari 55 PKL gerobak kuning yang bertahan. Dua PKL di sebelah selatan stadion, empat lainnya di sebelah timur, depan THR Sriwedari. Sisanya memilih mencari tempat yang lebih strategis. Tak sedikit pula yang terpaksa gulung tikar karena tidak balik modal.

Rencananya awal April lalu, Pemerintah Kota Solo akan membuatkan shelter bagi PKL eks-city walk, yang berlokasikan di sisi selatan Stadion Sriwedari. Pembangunan shelter tersebut didanai oleh Bank BTN melalui dana CSR. Namun faktanya, hingga awal September, pembangunan shelter belum juga dikerjakan.

Marsono berharap Pemkot segera menepati janjinya. Mengingat kebutuhan pedagang untuk mencari nafkah sangat mendesak.

“Saya mohon pada Pak Wali (Walikota Solo) untuk segera membangun shelter PKL. Supaya bisa dagang lagi, ekonomi kami juga bisa pulih kembali,” ucapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge