0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tuai Kritik, Nama Halte BST Diganti

Seorang pekerja menurunkan nama halte komersil di kawasan timur perempatan Nonongan (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) akhirnya mengganti nama-nama halte Batik Solo Trans (BST) dengan nama kedaerahan, Jumat (9/9) malam. Sebelumnya, halte-halte tersebut menggunakan nama perusahaan swasta di dekat halte yang bersangkutan. Penamaan tersebut menuai kecaman dari masyarakat karena dinilai berbau komersil.

“Memang malam ini kita ganti semua,” kata Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Sudrajat.

Perubahan nama dilakukan setelah mendengar masukan dari masyarakat yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial. Awalnya, halte-halte baru itu dinamai sesuai dengan perusahaan atau kantor yang mudah dikenali di sekitar halte. Muncullah nama halte seperti Halte Novotel, Halte SGM, Halte Bank Niaga dan lain sebagainya. Kini nama-nama itu mulai diganti sesuai dengan nama daerah yang bersangkutan.

“Sebenarnya dulu kita memberi nama berdasarkan survei yang dilakukan terhadap pengguna BST. mereka memilih nama-nama itu supaya mudah mengetahui dimana harus turun atau naik,” terang Yosca.

Dari pantauan timlo.net, Halte SGM berubah menjadi Halte Gendengan, Halte BRI menjadi Halte Sriwedari. Halte Novotel berubah menjadi Halte Ngapeman. Sementara nama-nama halte lain mulai dicopoti meski belum mendapat nama baru.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan, Anindita menegaskan penamaan halte BST sama sekali tidak berhubungan dengan instansi yang namanya digunakan. Dishubkominfo sama sekali berniat mempromosikan instansi-instansi tersebut.

“Supaya mudah saja. Dari dulu sebenarnya juga sudah seperti itu. Di Beteng itu misalnya, dari dulu orang juga sudah menyebut halte Danamon. Di ngapeman, juga begitu. Dari dulu orang nyebutnya halte Novotel. Karena yang gampang dikenali itu,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge