0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-Gara Ditagih Nunggak Bayar Iuran BPJS, Warga Kecewa

dok.timlo.net/ist
Logo BPJS Kesehatan (dok.timlo.net/ist)

Wonogiri — Warga Ngadirojo Kidul Kecamatan Ngadirojo mengaku kaget dan kecewa setelah ditagih pihak bank milik pemerintah lantaran dianggap menunggak membayar iuran BPJS. Padahal, iuran BPJS sudah dibayarkan setiap bulan .

“Saya ditagih pihak bank menunggak angsuran BPJS selama tiga bulan, tapi entah bulan apa saya tidak tahu. Spontan saya jadi kaget, wong saya ke bank ini mau membayar angsuran BPJS kok malah ditagih,” ungkap ibu rumah tangga asal Kecamatan Ngadirojo, Rahestu Harita Windriyasari, Jumat (9/9).

Selama ini, pembayaran iuran BPJS rutin dilakukan melalui ATM ataupun di mini market dan kantor pos. Namun, saat ditagih pihak bank, ia tidak memiliki bukti transfer iuran bulan sebelumnya. Sedang saat ini ia tercatat sebagai peserta BPJS Mandiri kelas III.

Iurannya, setiap bulan Rp 25.500, sedang jumlah jiwa empat orang. Sehingga setiap bulan ia mengeluarkan uang Rp 102 Ribu.

“Kalau ditagih begitu besar ya saya tidak bisa membayar, Rp 102 Ribu kali empat orang, kali tiga bulan, belum lagi ribetnya, harus bolak- balik ngurusi,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge