0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Klarifikasi Polisi Perihal Pembubaran Misa Arwah di Penumping

dok.timlo.net/red
Wakapolresta Solo AKBP Hariyadi (dok.timlo.net/red)

Solo — Polresta Solo telah menerima informasi terkait aksi intoleransi yang dilakukan anggota Ormas saat kegiatan misa arwah atau sembahyangan memperingati 1.000 hari orang meninggal di Kelurahan Penumping, Laweyan, Selasa (6/9) lalu. Mereka akan menindak tegas anggota Ormas yang melakukan aksi tersebut.

“Tindakan ini sangat meresahkan masyarakat. Jika sampai terulang kembali, kami tak segan untuk bertindak tegas,” tandas Wakapolresta Solo AKBP Hariyadi mewakili Kapolresta Kombes Pol Ahmad Luthfi, Jumat (9/9).

Berdasarkan informasi dari pihak Polresta Solo, ada sebanyak lima anggota Ormas yang mendatangi Pendapa Kelurahan Penumping, Laweyan saat penyelenggaraan misa arwah tersebut. Mereka mempertanyakan, kenapa misa arwah digelar di Pendapa Kelurahan Penumping, bukan di rumah si pemilik penyelenggara kegiatan. Pemilik kegiatan, dalam hal ini diwakili oleh Usula Yanita (37) telah menjelasakan bahwa rumahnya tidak mampu menampung tamu undangan dan meminta ijin supaya kegiatan misa arwah dapat diselenggarakan di pendapa kelurahan. Setelah mendapat ijin, lalu penyelenggaraan dipindah ke Pendapat Kelurahan Penumping.

“Usai menjelaskan duduk perkara, akhirnya kegiatan tersebut dibubarkan untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan,” terang AKBP Hariadi.

Disinggung terkait sejumlah isu yang beredar di media sosial (Sosmed) yang menuliskan bahwa terdapat puluhan anggota Ormas datang ke lokasi dengan menaiki pagar dan memaksa masuk ke dalam pendapa kelurahan, AKBP Hariadi menegaskan itu tidak benar. Pihaknya mengimbau masyarakat tidak asal percaya informasi yang belum tentu benar kejadiannya.

“Kami ingin meluruskan, bahwa itu tidak benar,” tandas AKBP Hariadi.

Polresta Solo, lanjut dia, akan tetap mengantisipasi agar kejadian itu tidak terulang lagi. Banyaknya informasi yang beredar di Medsos tentang kasus itu, jangan sampai dimanfaatkan untuk memperkeruh suasana. Apapun itu bentuknya intoleransi jangan sampai terjadi.

“Kami mengimbau kepada warga agar saling menghormati dan menghargai ibadah masing-masing,” ujar AKBP Hariyadi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge