0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Putri Cempo Klaim Sapinya Layak Konsumsi

dok.timlo.net/david fajar
Beberapa ekor sapi tengah mencari makan diantara gundukan sampah di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo (dok.timlo.net/david fajar)

Solo — Masih banyak masyarakat menganggap sapi-sapi yang dilepas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo tak layak konsumsi. Alasannya, hewan ternak tersebut diduga mengandung timbal cukup tinggi yang berbahaya bila masuk ke tubuh. Padahal, menurut salah seorang warga Jatirejo Rt 06/Rw 11 Mojosongo, Suparno, belum pernah ada penelitian sapi sehat di TPA Putri Cempo.

“Yang diteliti itu sapi mati yang digaduhkan (dititipkan untuk dipelihara —Red) oleh pemerintah. Mungkin saja dari sana sudah mengandung timbal,” kata Suparno, Kamis (8/9).

Ditambahkan, hasil penelitian sapi mati tersebut tidak disampaikan pada warga Putri Cempo dan justru langsung disebarkan ke masyarakat luas. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pemilah sampah ini mengaku mengalami kerugian. Pasalnya, lima ekor sapi miliknya tak juga laku terjual. Apalagi menjelang Hari Raya Idul Adha, pria 35 tahun ini mengaku belum kedatangan calon pembeli sapi.

“Sudah bertahun-tahun sejak MUI mengeluarkan fatwa haram bagi sapi-sapi di sini untuk dikurbankan, belum ada satupun pembeli datang,” keluhnya.

Namun demikian, menurut Suparno, warga sekitar TPA Putri Cempo tak terpengaruh isu tersebut. Bahkan kebiasaan warga menjelang Idul Adha, melalui masjid setempat mengumpulkan uang untuk membeli sapi sebagai hewan kurban. Sapi dibeli adalah sapi dari TPA dan besarnya disesuaikan dengan angaran yang ada. Saat ini, Suparno juga menyediakan empat ekor sapi siap sembelih.

“Terakhir sapi saya laku sebelum Idul Fitri tahun ini, sebesar Rp 13 juta. Harapannya Idhul Adha ini bisa laku juga, meskipun seekor,” tutupnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge