0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Halte BST Dinamai Produk Komersil, Ini Reaksi Keras Dewan

timlo.net/angel rose
Calon penumpang BST tengah menunggu Bus, di Halte depan resto cepat saji Mc Donald. (timlo.net/angel rose)

Solo — Kalangan legislatif bereaksi keras terkait penamaan Halte Bus Batik Solo Trans (BST) yang mengusung nama sebuah produk komersil di kawasan Jl Slamet Riyadi. Mereka meminta Pemkot, dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo untuk segera mengganti nama tersebut.

“Harus segera diganti,” tegas Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto, Kamis (8/9).

Dishubkominfo, kata Honda, seharusnya tidak memberi penamaan dengan usur komersil terhadap fasilitas publik di Kota Solo. Apalagi di kawasan strategis, tepatnya di timur perempatan Nonongan tersebut.

“Kan banyak nama, seperti nama kelurahan, atau jalan. Kenapa musti memilih nama brand sebuah produk,” tandas Honda.

Senada, Wakil Ketua Komisi III, Sugeng Riyanto berpendapat, seharusnya Pemkot mengusung penamaan dengan unsur kearifan lokal yang ada di Kota Bengawan. Sehingga, masyarakat teredukasi menggunakan nama-nama khas Kota Solo.

“Ini justru jadi tanda tanya, kenapa kok menamai halte tersebut dengan nama komersil. Hendaknya, Dishubkominfo segera melakukan penggantian dengan nama-nama lokal khas Kota Solo,” kata politisi PKS tersebut.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat menyoroti perihal penggunaan nama komersial di sebuah halte yang terletak di Jl Slamet Riyadi. Mereka berpendapat, anggaran pembangunan halte menggunakan dana APBD. Namun, kenapa pemberian nama menggunakan nama sebuah produk komersil terkenal.

“Padahal pembangunan halte tersebut memakai dana APBD yang besar sekali apa masih kurang sehingga butuh sponsor lagi?” tulis akun facebook milik, Yayok Aryoseno.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge