0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sejumlah Usaha Besar Diduga Pakai LPG Bersubsidi

Operasi pasar LPG 3 Kg (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Pemerintah Kabupaten Karanganyar mensinyalir banyak pengusaha besar yang menggunakan tabung LPF 3 Kg atau gas melon. Akibatnya, seringkali gas bersubsidi itu hilang dari pasaran.

‘’Ada dugaan menghilangnya tabung melon akhir-akhir ini karena ada pihak-pihak tertentu yang sebetulnya tidak masuk kategori diperbolehkan mengonsumsi tabung melon, ternyata menggunakan,’’ kata Kabag Perekonomian Pemkab Karanganyar Timotius Suryadi, Rabu (7/9).

Di depan 1.594 pemilik pangkalan dan juga dihadiri kalangan agen LPG se Karanganyar, dia mengungkapkan kalau ada usaha yang relatif besar, mestinya mereka menggunakan LPg 12 Kg atau yang 50 Kg, yang bukan bersubsidi.

“Mestinya jangan pakai yang bersubsidi,” kata Timotius.

Dia pernah memergoki sebuah usaha penggorengan kerupuk yang omsetnya sudah lumayan besar namun masih menggunakan tabung LPG 3 Kg. Tidak tanggung-tanggung sehari menghabiskan sekitar 10 tabung.

“Kalau sudah seperti ini, dia akan kita tegur dan dipaksa beralih ke tabung nonsubsidi,” jelasnya.

Beberapa pangkalan memang mengeluhkan adanya masyarakat yang protes karena merasa dipermainkan. Tabung gas melon yang dipasok dari agen ke pangkalan selalu saja dengan cepat habis. Warga akhirnya malah kesulitan sendiri.

“Jatah LPG 3 Kg untuk masyarakat justru dipakai pengusaha yang harusnya pakai yang bersubsidi,” katanya.

Dia mengatakan, bersama Pertamina dan Hiswanamigas, Pemkab akan terus menata agar distribusi dan juga sirkulasi LPG bersubsidi ini tepat sasaran. Tahun lalu masih ada 26 desa yang belum ada pangkalannya, namun sekarang 177 desa dan kelurahan sudah lengkap.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge