0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ormas Bubarkan Kegiatan Misa di Kelurahan Penumping

Kapolsek Laweyan, Kompol Agus Purwadi (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Aksi anarkis dilakukan oleh sekelompok organisasi massa (Ormas) saat melakukan pembubaran kegiatan misa arwah atau sembayangan untuk mengenang 1.000 hari orang meninggal dunia. Ormas yang datang, langsung membanting sejumlah kursi yang ditata saat pelaksanaan misa di dilaksanakan di Pendapa Kelurahan, Penumping, Laweyan, Selasa (6/9) malam.

“Ini masalah salah komunikasi saja. Kami sudah mengkonfirmasi kedua belah pihak dan sekarang sudah reda,” terang Camat Laweyan, Hendro Pramono, Rabu (7/9).

Informasi yang dihimpun Timlo.net dari berbagai sumber menyebutkan, seorang warga Kelurahan Penumping, Laweyan bernama Usula Yanita (37) menyelenggarakan kegiatan misa arwah. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB ini dihadiri ratusan tamu undangan. Lantaran rumahnya tidak dapat menampung tamu, akhirnya Usula meminta ijin ke kelurahan setempat untuk memanfaatkan pendapa kelurahan guna menggelar misa tersebut.

Setelah acara berjalan sekitar 30 menit tiba-tiba sekelompok ormas mendatangi pendapa dan meminta membubarkan acara dengan dalih menggangu orang yang sedang pengajian di Masjid. Jarak antara pendapa kelurahan dengan masjid sekitar 50 meter. Warga panik setelah ormas masuk secara paksa ke dalam pendapa dan memporak porandakan kursi. Setelah itu ormas langsung membubarkan diri. Selang beberapa kemudian anggota Polsek Laweyan tiba di lokasi.

Disinggung terkait ijin pemanfaatan pendapa kelurahan, Hendro mengaku, pihak keluarga yang memanfaatkan pendapa kelurahan sebelumnya telah meminta ijin secara tertulis.

“Ijin sudah dilampirkan. Sebagai negara hukum hendaknya masyarakat saling menghargai keyakinan agama masing-masing,” kata Hendro.

Terpisah, Kapolsek Laweyan, Kompol Agus Puryadi mengharapkan supaya peristiwa tersebut tidak terulang kembali. Negara sudah melindungi warganya bebas menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing.

“Kami menghimbau kepada semua ormas untuk tidak membubarkan paksa warga yang sedang menjalankan kegiatan keagamaan. Tindakan itu sudah masuk melanggar hukum dan akan ditindak tegas bagi pelakunya,” himbau Kapolsek.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge