0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rumah Makan Hj Sulani Pernah Diduduki Kelompok Mujais

Eksekusi rumah mantan pesinden Hj Sulani (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Eksekusi terhadap rumah milik mantan pesinden Hj Sulani tidak hanya kali ini. Sebelumnya eksekusi juga pernah dilakukan oleh pihak Bank Danamon terhadap rumah satunya lagi lantaran terbelit hutang. Namun beberapa hari setelah proses eksekusi, rumah yang dijadikan sebagai bisnis rumah makan tersebut ditempati kembali oleh Hj Sulani dengan cara dibongkar.

“Sebenarnya rumah yang satu itu telah dieksekusi Bank Danamon. Tapi kemudian dibongkar paksa oleh anak buahnya Mujais. Kalau ibu saya sendiri tak mungkin berani membongkar itu, saya yakin,” kata Dwi Kusrina Ambarwati, anak Hj Sulani, Rabu (7/9).

Perempuan yang akrab disapa Ririn ini mengatakan, bergabungnya Hj Sulani ke Mujais sudah sekitar satu tahun lalu. Sulani bergabung dengan Mujais karena merasa yakin ada pihak yang bersedia melunasi hutangnya cukup dengan surat pelunasan negara (SPN) yang dikeluarkan oleh Mujais.

Ririn menyampaikan, berdasarkan pengakuan ibunya tersebut, untuk bergabung ke kelompok Mujais tersebut awalnya hanya mendaftar Rp 300 ribu. Kemudian  untuk melunasi hutangnya, pengikut Mujais dibebani untuk membayar uang sekian juta. Sulani sendiri juga pernah menyebut nama Koperasi Pandawa dalam masalah hutang piutang tersebut.

Soal pelunasan hutang (SPN) dari Mujais itu juga dibenarkan kuasa hukum BCA Surakarta, Agusman. Pihaknya mengaku juga pernah menerima SPN dari Mujais yang mengaku sebagai presiden.

“Kita juga pernah menerima SPN dari Mujais itu. Memang kita dapat, tapi saya nggak tahu itu surat pelunasan hutang negara bener apa tidak. Ada tulisan Presiden Mujais segala yang tidak ada gunanya sama sekali,” kata Agusman.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge