0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sudah Setor Uang, Pedagang Tetap Ditarik Retribusi

foto: Angel
Pasar Burung Depok (foto: Angel)

Solo — Pedagang Pasar Burung dan Ikan Hias Depok bingung lantaran penarikan retribusi secara elektronik (E-Retribusi) yang dilaunching pekan lalu belum berjalan. Petugas pasar masih keliling setiap hari menarik retribusi dari para pedagang. Padahal pada waktu launching sudah ada pedagang yang menyetor ke rekening untuk pembayaran retribusi.

“Kami sudah setor uang Rp 200 Ribu untuk top up kartu E-Retribusi tapi kok masih ditarik manual,” kata salah satu pedagang, Winarso, Rabu (7/9).

Para pedagang yang telah menyetor khawatir akan penarikan ganda bila mereka masih membayar secara manual sehingga mereka memprotes petugas. Akhirnya, petugas batal meminta pembayaran retribusi. Di sisi lain, pedagang juga belum bisa membayarkan retribusi mereka secara elektronik karena alat pembaca kartu E-Retribusi belum terpasang.

“Kami minta alat itu segera dipasang biar kita bisa membayar retribusi,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedangang Pasar Burung dan Ikan Hias Depok, Suwarjono menyampaikan penerapan E-Retribusi berpotensi terkendala sejumlah masalah. Selain alat pembaca kartu (Electronic Data Capture) yang belum terpasang, para pedagang usia lanjut banyak yang tidak terbiasa menggunakan sistem elektronik. Padahal jumlah pedagan usia lanjut cukup banyak di Depok. Para pedagang juga kebeatan bila mereka harus meninggalkan kios mereka untuk membayar retribusi ke alat pembaca kartu.

“Kalau bisa ada petugas yang keliling membawa alat,” kata dia.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pengelola Pasar, Subagyo mengakui penerapan E-Retribusi memang belum berjalan sepenuhnya. Selain kesiapan alat, kesiapan pedagangn juga menjadi pertimbangan. DPP sampai saat ini masiih mencari-cari lokasi yang strategis untuk menempatkan alat pembaca kartu retribusi.

“Nanti kita buat semacam ATM Center,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge