0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dibanderol Rp 70 Juta, Mobil Pedesaan Tunggu ATPM

Mobil pedesaan dengan bak berisi mesin perontok padi di SMKN 2 Klaten (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — SMK Negeri 2 Klaten ditunjuk sebagai salah satu pengembang prototipe mobil pedesaan. Namun demikian, mobil yang didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementrian Perindustrian (Kemenperin), dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu masih terkendala lisensi.

“Yang sulit itu kalau mau didaftarkan ke kepolisian. Karena harus ada Agen Tunggal Pemilik Merk (ATPM)-nya. Kurang itu saja,” kata Ketua Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Penanggung Jawab Kegiatan Program Mobil Pedesaan SMKN 2 Klaten, Suharto, Rabu (7/9).

Diterangkan, mobil pedesaan yang terdiri dari dua jenis ini menggunakan mesin buatan Viar. Jika sudah ada pemegang ATPM-nya, diperkirakan dilempar ke pasaran dengan banderol Rp 70 juta.

“Mesin sudah layak uji. Tahun lalu sudah menempuh perjalanan 100 ribu kilometer. Kalau semuanya sudah layak tapi enggak ada ATPM-nya, Perdagangan (Kementerian Perdagangan – Red) ya enggak mau,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya optimis pengembangan mobil pedesaan tersebut akan berjalan mulus. Pasalnya, Kemendikbud dan Kemenperin mendukung penuh mobil berjenis pikap yang memiliki kapasitas mesin 1.000 cc ini.

“Kan sudah lain. Itu (mobil Esemka) sekarang sudah ada pabriknya di Boyolali. Biasa, Indonesia mupnya (gembar-gembor) dulu,” jawabnya saat disinggung soal mobil Esemka.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge