0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pedagang Pasar Tradisional Rawan Jadi Korban Uang Palsu

Kapolres Boyolali AKBP Agung Suyono memperagakan pengecekan uang palsu atau tidak (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pedagang pasar tradisional diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan menyusul tertangkapnya dua pengedar uang palsu (Upal) yang menyasar ke pasar. Pelaku memanfaatkan kelengahan pedagang untuk mengedarkan Upal.

“Kita imbau untuk lebih waspada dan teliti. Kalau ragu-ragu segera lakukan pengecekan,” kata Kapolres Boyolali AKBP Agung Suyono, Rabu (7/9).

Apalagi saat ini menjelang Hari Raya Kurban, dimana tingkat transaksi dan perputaran uang di masyarakat mengalami peningkatan. Kondisi inipun akhirnya dimanfaatkan pelaku upal. Terkait ini, Kapolres menegaskan pentingnya masyarakat untuk memeriksa uang, terutama yang digunakan untuk transaksi tunai.

“Mudahkan caranya, tinggal dilihat, diterawang, dan diraba. Cara lain yang lebih mudah bisa menggunakan sinar lampu ultra violet,” tambah Kapolres.

Sementara terkait kasus dua anggota sindikat pengedar Upal, Gini Ari Wijayanti (43), warga Banyuwangi dan Mujib Al Muqorrobin (45), warga Desa Panican, Kecamatan Kemanggon, Purbalingga yang dengan barang bukti Upal senilai Rp 117,3 juta, Polres terus melakukan penyidikan. Namun, Kapolres menegaskan penyelidikan cukup di dua tersangka. Meski keduanya mengaku mendapatkan upal dari Bekasi.

“Di Bekasi siapa orangnya, mereka juga tidak tahu, hanya mengenal muka saja,” pungkasnya Kapolres.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge