0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terbelit Utang, Rumah Sinden Terkenal Dieksekusi Pengadilan

Proses ekseksi rumah milik pesinden Hj Sulani di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Lantaran tidak mampu membayar utang, Pengadilan Negeri (PN) Sragen mengeksekusi rumah yang pernah dimiliki seorang sinden terkenal, Hj Sulani, di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal. Proses eksekusi yang semula bakal terjadi ricuh, ternyata berjalan lancar di bawah pengamanan puluhan petugas dari Polres Sragen.

“Sebelum eksekusi hari ini berlangsung, sebelumnya pihak Pengadilan Negeri Sragen telah melayangkan surat pemberitahuan pelaksanaan eksekusi,” kata Petugas Panitera PN Sragen, Rosyan Triyanto, Rabu (7/9).

Menurut Rosyan, kalau saja dulu antara pihak pemohon dan termohon bisa menyelesaikan masalah hutang piutang tersebut secara kekeluargaan, bisa jadi proses eksekusi tidak terjadi.

Pemohon eksekusi adalah Bank BCA Surakarta dan termohon atas nama Hj Saryati, warga Kampung Mojomulyo RT 1 Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen. Hj Sulani sendiri dalam masalah hutang piutang ini sebenarnya hanya pihak ketiga yang masih menempati rumah yang bukan lagi menjadi miliknya tersebut.

Dari pantauan di lapangan, eksekusi hanya mengeluarkan barang-barang milik Hj Sulani. Diantara barang-barang yang diangkut dengan menggunakan 6 truk itu, terdapat seperangkat gamelan dan wayang kulit lengkap satu kotak. Rencananya barang tersebut dipindah ke rumah orang tua Hj Sulani di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge