0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dalem Kalitan Bakal Jadi Monumen Pembangunan Suharto?

dok.timlo.net/achmad khalik
Agus Djoko Witiarso (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pemerintah Kota Solo mendorong keluarga Presiden Kedua RI Suharto untuk memfungsikan Dalem Kalitan sebagai salah satu tujuan wisata di Solo. Hal itu merupakan salah satu upaya Pemkot untuk menjadikan Kota Solo sebagai salah satu destinasi Heritage Tourism.

“Dalem Kalitan kan milik keluarga Pak Harto ya. Kami mendorong agar potensi bangunan heritage itu bisa difungsikan dengan baik dan produktif,” ungkap Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Kota Solo, Agus Joko Witiarso, Selasa (6/9).

Ia menuturkan beberapa waktu lalu pihak keluarga mendatangi DTRK untuk menanyakan tentang pemanfaatan lahan di tengah kota itu. Pada kesempatan itu ia mendorong agar pihak keluarga tidak hanya merevitalisasi bangunan cagar budaya itu namun juga bisa dimanfaatkan secara produktif.

Mengenai konsep pemanfaatannya, Pemkot menyerahkan sepenuhnya pada pihak keluarga. Hanya saja konsep tersebut harus dikomunikasikan kepada pihak Pemkot selaku pembuat kebijakan. Saat ini, konsep pemanfaatan itu masih disusun oleh pihak keluarga.

“Misalnya pihak keluarga menginginkan agar itu (Dalem Kalitan) dijadikan Monumen Pembangunan Suharto ya bisa saja. Itu cuma contoh lho ya,” ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Solo mendorong pemilik bangunan cagar budaya privat agar tidak hanya memperbaiki bangunan. Pemilik diharapkan dapat menghidupkan kembali aktifitas di bangunan-bangunan bersejarah itu agar dapat bermanfaat. Dalem Kalitan dinilai salah satu bangunan cagar budaya yang layak sebagai destinasi wisata.

“Jadi harapan kami agar bangunan-bangunan itu tidak menjadi monumen yang mati tapi juga ada aktifitas di dalamnya,” harapnya.

Pemkot memberi kebebasan kepada pemilik bangunan untuk memanfaatkan bangunan cagar budaya privat sesuai kebutuhan maupun permintaan pasar. Pemerintah hanya memberi rambu-rambu agar pemanfaatan bangunan sesuai dengan arah pembangunan kota.

“Yang penting sesuai dengan rambu-rambu yang ada,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge