0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kawasan Demplot HPS Digunakan Ajang Mesum

timlo.net/nanin
Kawasan demplot holtikultura, selain tanaman hilang dan dirusak, gazebo juga digunakan untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab (timlo.net/nanin)

Boyolali — Sejumlah tanaman di kawasan demplot percontohan holtikultura lahan kering untuk peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman (Jensud),hilang dicuri orang. Untuk menghindari aksi serupa, kawasan tersebut bakal ditutup hingga akhir Oktober mendatang.

“Ada 30-an tanaman sayuran yang hilang, ada beberapa juga yang rusak,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Boyolali, Juwaris, Selasa (6/9)

Mirisnya lagi, pekerja demplot Balai Pengembangan Teknologi dan Pangan (BPTP) Jateng, memergoki pasangan mesum di salah satu gazebo, Senin (5/9) pagi. Terpergok tengah berbuat mesum, keduanya langsung lari dan meninggalkan sebuah celana dalam wanita.

“Gazebonya banyak yang digunakan untuk hal-hal asusila,” tambahnya.

Menyikapi temuan ini, dari hasil rapat koordinasi instansi terkait, diputuskan bersama untuk Jalan Jensud ditutup untuk antisipasi keamanan. Penutupan jalan tersebut saat ini sudah dilakukan dan mulai tanggal 8 September nanti akan ditutup permanen dengan garis polisi.

“Polres, Kodim dan Satpol PP nanti akan lebih mengintensifkan piket untuk pengamanan,” ujar Juwaris.

Disisi lain, penanggungjawab teknis tanaman holtikultura HPS BPTP Jateng, Bambang Prayudi menyatakan, secara teknis hanya bertanggungjawab atas tanaman. Diharapkan  tanaman holtikultura seperti cabai, bawang merah, hingga pepaya yang ditanam bisa berhasil baik saat dipanen nanti. Diakui, selama ditanam banyak sekali gangguan keamanan yang terjadi.

“Puasa kemarin, tanaman pepaya banyak yang rusak karena dipasang petasan,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge