0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Candi di Musuk, Pripih yang Ditemukan Ternyata Emas 18 Karat

dok.timlo.net/nanin
Penemuan candi di Musuk, Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Balai Pelestarian Cagar Budaya BPCB Jateng memastikan temuan pripih berbentuk lempengan kecil di reruntuhan candi di Desa Ringin Larik, Musuk, Boyolali terbuat dari emas. Tiap lempeng pripih tersebut bertuliskan nama Dewa Lokapala atau dewa mata angin.

“Bahanya terbuat dari emas 18 karat, tiap lempeng ada nama Dewa Lokapala, kita temukan ada delapan nama,” kata Kasi Pelestarian ‎Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Gutomo, Selasa (6/9).

Dijelaskan Gutomo, pripih yang ditemukan di lokasi reruntuhan candi, ditanam di bawah pondasi candi dan biasanya menjadi salah satu syarat pembuatan candi. Sedangkan tulisan dalam pripih tersebut menggunakan huruf jawa kuni ditulis dengan huruf timbul. Dari corak gaya tulisan, reruntuhan candi di Desa Ringinlarik diperkirakan berasal dari abad VIII Masehi.

“Kita akan beri kompensasi penemu pripih, ini masih kita bahas,” tambahnya.

Di sisi lain, sesuai standar BPCB, ada kemungkinan lokasi temuan reruntuhan candi tersebut akan ditetapkan sebagai situs cagar budaya sebagai payung hukum untuk melindungi benda bersejarah tersebut. Meski kondisi saat ini tidak bisa dibangun kembali.

“Nanti kita tetapkan sebagai situs cagar budaya,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge