0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ditemukan Sapi Korban Lecet, Dispertan: Bisa Dikasih Obat

Tim pemantauan dan pengawasan hewan korban Dispertan Klaten saat meninjau rumah ternak di Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Menjelang Idul Adha, tim dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten menggelar pemantauan pengawasan peredaran hewan korban di rumah ternak Dukuh Gabugan, Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, dan Pasar Hewan Pedan, Selasa (6/9). Hal itu bertujuan untuk memastikan hewan kurban yang aman dan bebas dari penyakit.

“Dari hasil pengecekan, hewan ternak yang diperdagangkan dalam kondisi sehat dan layak untuk korban,” ujar koordinator tim pemantauan dan pengawasan hewan korban Dispertan Klaten, Awiq Purwanti.

Dari pemantauan pertama di rumah ternak Dukuh Gabugan milik Siswanto, sebanyak 17 ekor sapi dengan harga per ekor mulai Rp 18 juta- Rp 22,5 juta, siap dikirm ke pemesan untuk korban. Pasalnya, kondisi sapi dalam keadaan sehat dan tidak cacat fisik sebagaimana yang dipersyaratkan dalam agama.

Hasil serupa juga terjadi saat memantau ternak di Pasar Sapi Pedan dan Pasar Kambing Keden, Pedan. Kondisi kesehatan hewan layak korban lantaran sehat fisik, dan umur telah memenuhi persyaratan untuk dikorbankan.

“Memang tadi ada sapi yang mengalami lecet, namun tidak mengurangi persyaratan untuk dijadikan hewan korban. Karena (lecet) bisa dikasih obat agar cepat kering dan tidak dihinggapi lalat,” kata Awiq Purwanti.

Ditambahkan, pengecheckan yang rutin dilakukan adalah kebuntingan dan kesehatan hewan. Sedangkan menjelang Idul Adha, pengecekan difokuskan pada kesehatan hewan ternak, asal hewan ternak, dan jumlah populasi. Meski hingga saat ini belum ada temuan, pihaknya tetap mewaspadai lalu lintas ternak dari daerah endemik tertentu.

“Kita waspadai penyakit anthrax. Karena di wilayah Jawa Tengah ada beberapa spot anthrax,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge