0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengacara Perampok Pondok Indah Mengklaim Ada Salah Paham

Polisi membekuk pelaku perampokan di Pondok Indah (merdeka.com)

Timlo.net – Pengacara tersangka perampokan di perumahan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Apolos Djara Bonga membantah bila peristiwa tersebut disebut sebagai perampokan. Menurutnya, antara korban dan para pelaku sempat salat bersama.

“Mana mungkin dalam satu waktu pelaku dan korban perampokan salat bersama,” ujar Apolos, Selasa (6/9).

Menurut Apolos, tak cuma salat, istri Asep Sulaiman juga meminta pembantunya memasakkan mie instan untuk AJ dan S. Motif perampokan pun tidak terlihat di lokasi.

“Kalau perampokan, pasti ketika pelaku bertemu korban dan bisa melumpuhkannya pasti bertanya di mana uang atau brankasmu? Ini tidak demikian,” ujarnya.

Yang terjadi, kata Apolos, antara tersangka JS dan korban Asep Sulaiman ada masalah privasi. Tersangka JS kemudian mendatangi rumah Asep mengajak S untuk menyelesaikan masalah yang disebut privasi itu.

“Ada masalah privasi yang ingin diselesaikan pelaku. Tapi saya tidak bisa sebut, silakan tanya kepada pihak korban. Korban juga kenal baik dengan tersangka. Dulu dia pengawalnya waktu masih kerja di Exxon,” ujarnya.

Lalu mengapa tersangka JS membawa senjata api jika ingin menyelesaikan masalah?

“Jadi begini, senpi itu agar bisa dia menemui Pak Asep itu. Karena kalau tidak membawa itu pembantunya kadang bilang Bapak tidak ada di rumah. Jadi semacam untuk menakuti, tetapi dia tidak menodongkan senpi itu, hanya dibawa saja,” ujarnya.

Menurut Apolos, tersangka bukan tergolong orang yang kekurangan jadi motif perampokan itu tidak benar.

“Dia beli senpi Rp 140 juta bisa kok masak merampok. Dia itu bukan orang yang kekurangan,” imbuhnya.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge