0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polres Bekuk Pengedar Uang Palsu

timlo.net/nanin
Dua pengedar uang palsu (berkaos biru) menutup wajahnya (timlo.net/nanin)

Boyolali — Polres Boyolali berhasil membekuk dua pengedar uang palsu. Keduanya kini ditahan di Mapolres Boyolali dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Dua pengedar upal tersebut, Gini Ari Wijayanti (43), warga Banyuwangi dan Mujib Al Muqorrobin (45), warga Desa Panican, Kecamatan Kemanggon, Purbalingga. Petugas juga mengamankan ratusan lembar upal seratus ribuan dari tangan kedua tersangka.

“Jumlahnya ada 1.173 lembar upal seratus ribuan siap edar,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Agung Suyono, Senin (5/9).

Tertangkapnya dua pengadar upal ini, berawal dari tertangkapnya Gini Ari Wijayanti di wilayah hukum Andong. Tersangka Gini pada Rabu (30/8) membelanjakan upal ke sejumlah pedagang di Pasar Kacangan, Andong. Saat itu, pedagang belum menyadarinya. Ketika sadar, tersangka Gini sudah menghilang. Namun, dua hari kemudian, tersangka Gini kembali muncul dan langsung diamankan pedagang.

“Setelah itu, kita lakukan pengembangan, dan tertangkaplah tersangka satunya (Mujib), tersangka Gini membeli upal dari Mujib,” tambah Kapolres.

Dari keterangan tersangka, mereka baru mengedarkan upal di wilayah Kacangan, Andong, untuk wilayah hukum Boyolali. Upal tersebut didapatkan dari Bekasi. Tersangka membeli dengan keuntungan 1: 3, atau satu juta rupiah uang asli ditukar tiga juta rupiah upal. Kapolres menegaskan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 245 KUHP tentang pengedar Upal dan UU RI No 7 tahun 2011 tentang mata uang.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge