0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jamaah Indonesia Dilarang Lempar Jumrah di Jam-jam Ini

Jamaah haji (merdeka.com)

Timlo.net – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengingatkan jamaah terkait jam larangan melontar jumrah. Pemerintah Arab Saudi bahkan sudah menerbitkan jadwal lontar yang dibagikan kepada para misi haji, termasuk misi haji Indonesia.

Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat menegaskan bahwa setiap ketua kloter jamaah haji Indonesia sudah menerima jadwal lontar jumrah dan harus mematuhinya.

“Waktu melontar jumrah, kita pun jangan lagi melakukan kesalahan. Gara-gara kita melakukan kesalahan timbul jadi korban,” tegas Arsyad, Minggu (4/9) waktu Arab Saudi.

Menurut Arsyad, pemerintah Saudi sudah mengatur bahwa ada jam-jam tertentu di mana jamaah haji Indonesia dilarang untuk melakukan lontar jumrah. Pada tanggal 10 Dzulhijah atau 12 September, para jamaah dilarang melontar pukul 06.00 sampai 10.30 waktu Arab Saudi (WAS).

Pada tanggal 11 Dzulhijah atau 13 September, para jamaah dilarang melontar pukul 14.00 sampai 18.00 WAS.

Terakhir, pada tanggal 12 Dzulhijah atau 14 September, para jamaah dilarang melontar pukul 10.30 sampai pukul 14.00 WAS.

“Jadi pada waktu-waktu itu ada larangan keras jamaah untuk tidak melakukan lontar jumrah,” tegasnya.

Itu adalah skenario untuk para jamaah yang mengambil nafar awal. Khusus jemaah kloter-kloter awal memang diwajibkan untuk mengambil nafar awal, karena untuk mempercepat persiapan pemulangan.

Sekadar diketahui, waktu pemulangan jemaah awal akan berlangsung pada tanggal 17 September, artinya hanya berselang dua-tiga hari setelah puncak haji.

Arsyad menegaskan bahwa para ketua kloter dan ketua rombongan diwajibkan menandatangani surat pernyataan siap mematuhi jadwal melontar yang sudah ditetapkan muassasah. Bila dilanggar, maka ada konsekuensi hukumnya.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge