0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lintangsari: Saya Tidak Mudah Puas

Lintangsari P Handayani (foto: David)

Timlo.net – Lintangsari P Handayani, di masa lalu pernah bercita-cita menjadi seorang psikolog, karena kesukaannya mengamati perilaku orang lain. Namun, situasi dan kondisi keluarga memaksanya memilih pendidikan “jalur cepat” agar bisa segera bekerja. Tak dinyana, jalan pintas itu bisa mengantarnya ke tataran sukses.

“Waktu itu ada masalah keuangan di keluarga, saya pikir harus kuliah yang cepat selesai agar bisa segera bekerja dan membantu orangtua,” tutur Lintang yang dalam usianya ke-38 menduduki posisi General Manager di Hotel The Royal Surakarta Heritage.

Saat berbincang dengan TimloMagz, Lintang mengaku berkecimpung didunia hotel bukanlah sebuah cita-cita yang diinginkan sejak kecil. Namun di saat sulit itu dia melihat potensi di dunia turisme dan pariwisata yang mulai menggeliat di Bali. Karena itu Lintang pun memutuskan untuk menekuni jurusan travel agent.

Tentu, karena ditekuni dengan serius, prestasi akademisnya cukup menonjol, membuat Lintang saat masih kuliah sudah ditawari bekerja di sebuah perusahaan travel agent.
Dari sana, karirnya di dunia pariwisata dimulai. Hingga kemudian saat lulus kuliah, ada salah satu hotel yang focus dalam bidang MICE merekrutnya.

“Kali pertama saya masuk perhotelan adalah di Bali Dynasty Resort , waktu itu masih umur sekitar 22 tahun. Namun karena saya sudah memiliki pengalaman dalam bidang travel agent, langsung diposisikan sebagai sales manager,” jelasnya.

Hingga kemudian, hasil kerja kerasnya membuahkan hasil dan dapat meningkatkan revenue hotel. Tak berselang lama, kemudian ia dipromosikan untuk naik jabatan, yaitu sebagai Assisten Director of Sales. Kurang lebih sekitar tujuh tahun bekerja di sana, yaitu mulai dari 2002 hingga 2007. Hingga kemudian saat karirnya dirasa mentok, akhirnya ia memutuskan untuk pindah ke hotel lain.

Lintang melamar di salah satu hotel milik jaringan Accor, dan diterima menjadi Director of Sales di hotel All Seasons Legian Bali. Kurang lebih hingga tahun 2014, dan karirnya didunia perhotelan terus melejit, bahkan kembali berhasil dipromosikan naik jabatan menjadi Executive Assistant Manager dijaringan hotel Accor yang lain yaitu Mercure Bali Nusa Dua, dan terakhir menjabat sebagai General Manager di The Royal Surakarta Haritage hingga sekarang.

“Karena tipikal saya ini orangnya tidak cepat puas dan selalu berpikir ke depan. Jadi saat saya menjabat sebagai Assisten DOS saya sudah berfikir dan belajar bagaimana menjadi DOS, dan seterusnya hingga kemudian dipercaya sebagai GM,” ungkapnya.

Bahkan karena keinginannya untuk belajar cukup tinggi, ia mengaku hotel menjadi rumah kedua selain rumahnya bersama keluarga. Saat proses menapaki karir tersebut, selain bermodal ikhlas ia juga tak jarang selalu bertanya dan minta saran orang di sekitar termasuk atasan.

“Sempat suatu ketika saya bertemu dengan atasan, dan menanyakan jika ingin menjabat seperti dalam posisi bapak apa yang harus saya lakukan,” katanya.
Selama menekuni dunia perhotelan, ia juga mengaku sudah mencicipi semua pekerjaan di masing-masing departemen. Mulai dari FnB, house keeping, sales maupun yang lain. Sehingga saat sekarang menjabat sebagai pucuk pimpinan, dia mengaku tidak merasa kesulitan dalam menjalankan tugas.

Bahkan, karena puncak karir yang diraihnya saat ini murni atas jerih payah dan perjuangannya dari nol, Lintang juga mengaku sangat paham betul proses dinamika yang terjadi antarkaryawan, termasuk strategi agar dapat memenangkan persaingan antarhotel.

“Termasuk jika ada karyawan yang suka main belakang, saya sangat paham dan tahu harus berbuat apa. Jadi kalau melihat kondisi itu, biasanya yang saya lakukan adalah mengajak bicara. Karena memang saya tidak suka mengisi otak dengan berbagai asumsi-asumsi,” jelasnya.

Selama berkecimpung dalam dunia hotel, ia mengaku memiliki banyak tantangan . mulai menjaga relasi, membangun teamwork antarkaryawan, maupun membuat strategi agar dapat memenangkan persaingan.

Menjaga keselarasan.
Saat menjadi pemimpin di hotel, Lintang selalu menjaga agar relasi yang dibangunnya dengan bawahan bisa selaras dengan visi dan misi perusahan. Sehingga setiap dinamika yang terjadi, selalu dimaknainya sebagai sebuah sikap profesionalisme dalam bekerja.

“Selama berada dilingkungan hotel, saya selalu menekankan kepada karyawan agar selalu bersikap professional. Sehingga bukan karena kedekatan emosional diluar kerja, akhirnya justru mempengaruhi dalam bidang pekerjaan,” terangnya.

Meski demikian, dalam menjalankan peran sebagai pimpinan, dia juga tidak ingin menggunakan tangan besi atau suka memberikan intruksi kepada bawahan. Bahkan semua persoalan, ia percayakan sepenuhnya kepada kepala departemen masing-masing.

“Saya paling tidak suka, jika setiap persoalan yang ada langsung dilimpahkan kepada atasan. Karena menurut saya ,mereka sebenarnya sudah tahu apa yang harus dilakukan, sehingga saya selalu mendorong agar mereka bisa mandiri dan tidak selalu tergantung pada saya,” ungkapnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge