0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mesranya Ahok dengan Sanusi

merdeka.com
Ahok saat akan bersaksi di sidang Sanusi (merdeka.com)

Timlo.net – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersaksi dalam sidang kasus suap Raperda Zonasi Reklamasi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (5/9). Sidang tersebut mengadili mantan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta M Sanusi.

Ada pemandangan menarik beberapa saat sebelum sidang dimulai, Ahok sempat menemui dan bercengkerama dengan Sanusi. Tak hanya itu, keduanya juga sempat berfoto bersama.

Tidak nampak raut permusuhan antara keduanya, meski Sanusi nampak canggung saat bersalaman. Meski begitu, Ahok tak ragu merangkul pundak Sanusi, mereka pun tersenyum sembari menghadap ke kamera juru foto.

Sanusi merupakan terdakwa dalam perkara dugaan penerimaan suap sebesar Rp 2 miliar dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara (Pantura) Jakarta (RTRKSP) dan melakukan pencucian uang sebesar Rp 45,28 miliar.

Ahok menjadi saksi pada pukul 09.00 WIB karena pada pukul 12.00 WIB, dia juga harus menghadiri sidang di Mahkamah Konstitusi.

Ahok dan Sunny sebelumnya sudah pernah menjadi saksi pada 25 Juli 2016 untuk terdakwa mantan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja dan pegawainya Trinanda Prihantoro. Ariesman sendiri sudah divonis 3 tahun penjara dalam perkara ini karena dinilai terbukti menyuap Sanusi.

Ariesman dinilai terbukti menyuap Sanusi agar Sanusi mengubah isi raperda mengenai kontribusi tambahan yang terdapat pada pasal 116 ayat (6) mengenai kewajiban pengembang yang terdiri dari (a) kewajiban, (b) kontribusi, (c) tambahan kontribusi; dan pasal 116 ayat (11) mengenai tambahan kontribusi dihitung sebesar 15 persen dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) total lahan yang dapat dijual tahun tambahan kontribusi tersebut dikenakan.

Dalam sidang 25 Juli 2016 itu, Ahok mengaku bahwa sejumlah pengembang yang memiliki izin pelaksanaan di 17 pulau reklamasi di Pantai Utara DKI Jakarta tidak ada yang keberantan mengenai penerapan kontribusi tambahan. Menurut Ahok, Sunny selaku stafnya yang biasa berkomunikasi dengan pengembang-pengembang juga tidak melaporkan keberatan tersebut.

Ahok bahkan sudah membuat perjanjian dengan pengembang pada 18 Maret 2014 di kantor Wakil Gubernur saat dirinya masih menjadi Wakil Gubernur untuk meminta agar para pengembang bersedia untuk memberikan kontribusi awal sebelum RTRKSP disepakati.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge