0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Komunitas Trail Wonosetan Tepis Anggapan Negatif dengan Baksos

timlo.net/tarmuji
Bakti Sosial Komunitas Trail Wonosetan, di Dusun Sambeng Desa Watu Agung Kecamatan Baturetno (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Kesan sangar dan hura-hura kerap ditampilkan komunitas motor satu ini. Ngebut di trek berlumpur, memacu adrenalin tinggi, menembus setiap bukit- bukit terjal, itu merupakan hal biasa. Ya, komunitas motor trail adventure atau trabas Wonogiri Sektor Selatan atau disebut Wonosetan memiliki nama besar di wilayah Wonogiri bagian selatan. Karena komunitas ini lahir dan besar serta beranggotakan pecinta trabas dari beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Baturetno, Giriwoyo, Tirtomoyo, dan Karangtengah.

Didalam komunitas ini berbagai latar belakang kehidupan serta berbagai status sosial bercampur aduk menjadi satu, guyub rukun menjalin tali persaudaraan.

Namun dibalik cerita keangkuhan pecinta trabas yang bermarkas di Kecamatan Baturetno ini, memiliki jiwa sosial tinggi. Terbukti, setiap salah satu anggota Wonosetan mengalami musibah, ada santunan yang mangalir walaupun ala kadarnya. Bahkan, setiap ada bencana alam, kas komunitas tersebut selalu digunakan untuk memberikan sumbangan, sekadar meringankan beban penderitaan sesama.

“Memang ada anggapan negatif dari masyarakat selama ini terhadap komunitas trail,” ungkap bendahara trail adventure Wonosetan, Sugeng Hartoyo, Minggu (4/9).

Semenjak berdiri tahun 2010 silam, berbagai event trabas telah mereka ikuti. Mereka juga mengakui jika hobi selama ini sering mendapat cibiran masyarakat, namun tidak sedikit pula masyarakat menyukai olahraga ini.

“Sampai saat ini anggota Wonosetan sudah ada sekitar 40 orang, dan aktif semua, ” jelas bapak beranak empat ini.

Dirinya pun tak banyak berharap dengan kegiatan sosial yang sering dilakukan komunitasnya. Namun demikian, kesan hura- hura dan negatif disaat memacu kuda besi mereka dapat terkikis dengan kepedulian yang dilakukannya.

“Terkadang kalau kondisi kas kita lagi krisis, kita terpaksa merogoh kocek kita masing- masing atau patungan untuk bantuan kepada warga yang terkena musibah,” ujarnya.

Bahkan, ketika ada bencana kebakaran yang menimpa ruma janda tua Kasiyem (75) warga Dusun Sambeng, Desa Watu Agung Kecamatan Baturetno, Sabtu (3/9) kemarin, dengan spontan mereka kemudian menggalang dana. Memanfaatkan media sosial di komunitasnya, ajakan pengumpulan dana bergerak cepat.

Dalam waktu semalam, dana terkumpul sekitar Rp 500 ribu. Selanjutnya bersamaan dengan kegiatan latihan bersama (latber), dana tersebut langsung diserahkan kepada korban kebakaran.

“Ya, kalau dilihat dari nominalnya memang tidak seberapa tapi niat kami ikhlas,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge